Daftar Mobil Baru GIIAS 2026, dari SUV Hybrid hingga Mobil Listrik
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C
Ilustrasi server - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Angkasa Pura I mengungkap maskapai asal Australia membatalkan 14 penerbangan dari atau ke Indonesia, karena terkena dampak gangguan sistem operasi Windows pada Jumat (19/7/2024).
Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Yuyun Waryunaningsih mengatakan bahwa terdapat beberapa maskapai yang membatalkan penerbangan pada Jumat kemarin. “Maskapai asal Australia, Jetstar, membatalkan sebanyak 14 penerbangan dari/ke Bali, dengan jumlah penumpang sebanyak 2.965 penumpang,” kata Yuyun dilansir JIBI/Bisnis, Sabtu (20/7/2024).
Angkasa Pura I juga menyampaikan bahwa maskapai Citilink dan AirAsia sempat mengalami kendala imbas server Windows yang down. “Dan untuk maskapai domestik yang sempat terkendala Citilink dan Air Asia mengunakan check-in manual,” tambahnya.
Meski demikian, Yuyun menjelaskan gangguan jaringan internet global yang terjadi pada Jumat (19/7/2024) tidak berdampak pada sistem teknologi dan informasi (IT) di 15 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Selama gangguan sistem internet global pada Jumat kemarin, Angkasa Pura I bersama maskapai penerbangan berfokus untuk memastikan operasional pelayanan calon penumpang tetap berjalan normal, melalui penyiagaan personel operasional.
Serta, melalui pengaturan antrean calon penumpang untuk menghindari penumpukan antrian di terminal keberangkatan bandara. “Kami juga menyiapkan check-in counter tambahan di sejumlah bandara untuk dapat membantu kelancaran proses check-in,” katanya.
Yuyun menambahkan kondisi sistem jaringan pada maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Angkasa Pura I dilaporkan telah kembali pulih, di mana proses check-in dan reservasi tiket telah kembali normal sejak Sabtu (20/7/2024) pagi.
Sebelumnya diberitakan, pengguna Windows di seluruh dunia menghadapi pemadaman listrik besar-besaran pasca pembaruan perangkat lunak (software) Sensor Falcon dari perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat (AS), CrowdStrike. CrowdStrike sendiri banyak digunakan oleh banyak bisnis di seluruh dunia untuk mengelola keamanan PC dan server Windows, termasuk Microsoft.
Pasca pembaruan Sensor Falcon, sistem operasi Windows mengalami masalah Blue Screen of Death (BSOD) secara massal yang berdampak pada bank, maskapai penerbangan, supermarket, hingga kantor pemerintahan di seluruh dunia. Juru Bicara Microsoft menyampaikan bahwa pihaknya mengetahui isu yang memengaruhi perangkat Windows pasca pembaruan dari platform perangkat lunak (software).
BACA JUGA : Server Pemkab Gunungkidul Mendapat Serangan Siber 3.600 Kali
"Kami mengetahui isu yang memengaruhi perangkat Windows pasca pembaruan dari platform perangkat lunak pihak ketiga. Kami mengharapkan resolusi sesegera mungkin,” kata juru bicara Microsoft.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.