Puncak Memetri Kaistimewaan: Pemda DIY Dorong Keistimewaan Beri Manfaat Riil
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Aktivitas karyawan Astra Motor Yogyakarta saat memberikan pelatihan safety riding kepada siswa TK Purbonegaran, Sagan, Kota Jogja, beberapa waktu lalu. - ist/Honda
JOGJA—Anak merupakan masa depan bagi setiap orang tua. Namun masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap keselamatan buah hati saat para orang tua berkendara bersama buah hati. Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kedu, dan Banyumas, Jawa Tengah memiliki tips berkendara saat berkendara bersama buah hati.
Pertama, pastikan anak berkendara di usia 17 tahun ke atas dan sudah memiliki SIM C. Pengendara wajib menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap seperti halnya pengendara pada umumnya seperti helm, jaket, sepatu dan celana panjang. Hal ini dikarenakan potensi risiko kecelakaan antara si pengendara dan pembonceng itu sama. Selain itu juga dapat mengurangi risiko benturan saat terjadinya kecelakaan.
Kedua, apabila memboncengkan anak diharuskan berada di belakang dan sangat tidak dianjurkan anak berada di posisi depan atau menggunakan kursi bantu agar anak dapat duduk di depan. Adapun risiko yang ditimbulkan di antaranya anak akan terkena terpaan angin, dan yang paling berbahaya pada saat di pengendara melakukan pengereman mendadak maka pengendara akan lebih fokus ke kemudi sepeda motor daripada ke anak tersebut sehingga anak akan berada di posisi yang berisiko terlempar dari sepeda motor.
BACA JUGA: Olimpiade Paris 2024, Ini Jadwal Pertandingan Sepak Bola Laki-Laki
Sebaiknya anak dibonceng di tengah bersama kedua orang tuanya namun apabila berkendara sendiri, anak tetap berada di posisi belakang dengan bantuan menggunakan seatbelt khusus sepeda motor.
Ketiga, jangan mengajarkan anak bekendara sepeda motor sebelum cukup umur atau sebelum memiliki SIM. Banyak orang tua yang merasa bangga saat anak sudah bisa berkendara sepeda motor sebelum cukup umur.
Hal ini justru akan membahayakan anak saat berkendara di jalan raya karena anak belum mampu membaca dan belajar kondisi bahaya yang ada di jalan raya dan juga akan membahayakan pengendara yang lain.
"Jangan korbankan masa depan anak dengan berkendara yang tidak aman, apalagi memberikan fasilitas sepeda motor saat anak belum cukup umur," kata Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (23/7/2024). (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.