Advertisement
Daihatsu Ungkap Penyebab Penjualan Mobil 2025 Lesu
Sahabat Daihatsu Jogja akan berkumpul di ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Jogja 2022. - Harian Jogja - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkap sejumlah faktor yang membuat penjualan mobil secara wholesales pada 2025 sulit menembus angka 800.000 unit. Lesunya daya beli masyarakat hingga meningkatnya kredit bermasalah menjadi tantangan utama pasar otomotif nasional sepanjang tahun lalu.
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengatakan kinerja industri otomotif pada 2025 berada dalam tekanan dibandingkan tahun sebelumnya.
Advertisement
“Pasar otomotif 2025 telah dilalui dengan kondisi yang cukup struggle dibandingkan dengan tahun 2024,” ujar Tri kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sepanjang Januari–November 2025 tercatat turun 9,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 710.084 unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 785.917 unit.
BACA JUGA
Kondisi tersebut mendorong Gaikindo merevisi target penjualan mobil nasional 2025 menjadi 780.000 unit, dari proyeksi awal di kisaran 850.000–900.000 unit.
Tak hanya di tingkat distribusi, penjualan ritel atau penjualan dari dealer ke konsumen akhir juga mengalami penurunan. Sepanjang 11 bulan 2025, penjualan ritel tercatat menyusut 8,4% YoY menjadi 739.977 unit, dibandingkan 807.586 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tri menyebut, Daihatsu memproyeksikan penjualan ritel mobil nasional pada 2025 berada di kisaran 820.000 unit atau turun sekitar 8% dibandingkan 2024. Menurutnya, pelemahan daya beli masyarakat turut berdampak pada meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor pembiayaan.
“Kondisi daya beli masyarakat yang menurun serta memburuknya NPL pada layanan pembiayaan berkontribusi terhadap koreksi penjualan di tingkat konsumen akhir,” jelasnya.
Memasuki 2026, Daihatsu berharap pasar otomotif nasional dapat menunjukkan perbaikan. Perseroan berupaya mendorong pemulihan melalui penguatan program penjualan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk pembelian tunai, kredit, maupun layanan tukar tambah.
Di sisi lain, Daihatsu juga optimistis dukungan pemerintah terhadap sektor otomotif akan terus berlanjut, mengingat perannya yang strategis bagi perekonomian nasional.
“Terkait dukungan pemerintah untuk pasar otomotif, kami meyakini industri otomotif memiliki nilai strategis sehingga pemerintah akan terus berupaya menggairahkan pasar otomotif nasional,” pungkas Tri.
Adapun sepanjang Januari–November 2025, penjualan wholesales Daihatsu tercatat mencapai 118.774 unit, sementara penjualan ritel menyentuh 125.280 unit. Hingga November 2025, Gran Max Pick Up menjadi kontributor terbesar dengan porsi 31%, disusul Sigra 26%, serta Gran Max Mini Bus sebesar 13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





