Advertisement
Xpeng Dituding Tipu Konsumen, Radar Mobil Listrik G6 Hilang
XPeng G6 - Xpeng
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, terseret skandal serius setelah ratusan konsumen menuding perusahaan menghilangkan radar keselamatan pada model Xpeng G6 tanpa pemberitahuan.
Chinacarnews mengungkapkan, kasus ini mencuat setelah investigasi mendalam oleh Economic Information, media yang terafiliasi dengan kantor berita negara, Xinhua.
Advertisement
Skandal ini bermula dari temuan seorang pemilik Xpeng G6 di Beijing bernama Deng. Saat melakukan servis rutin, ia terkejut menemukan bahwa mobil produksi 2023 miliknya tidak dilengkapi dua radar di sudut depan.
Padahal, dalam materi pemasarannya, Xpeng mengeklaim model G6 dibekali 31 sensor ADAS yang mampu memberikan persepsi menyeluruh atau 'God’s-eye view'. Temuan ini memicu keraguan massal mengenai transparansi spesifikasi yang dijanjikan perusahaan kepada konsumen.
BACA JUGA
Menanggapi pengaduan tersebut, Xpeng berdalih telah melakukan "penyederhanaan perangkat keras" seiring beralihnya sistem mereka ke teknologi berbasis kamera murni, AI Eagle Eye Pure Vision Solution.
Namun, kecurigaan konsumen semakin kuat setelah Xpeng diketahui mengubah buku manual elektronik di aplikasi resminya secara diam-diam. Jumlah radar millimeter-wave yang semula tertulis lima unit, mendadak berubah menjadi tiga unit tanpa adanya pengumuman publik kepada para pemilik kendaraan.
Investigasi menunjukkan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal. Hingga saat ini:
- 159 Pemilik Mobil telah menandatangani surat perlindungan hak konsumen secara kolektif.
- Banyak konsumen mengaku baru menyadari pengurangan komponen tersebut setelah kendaraan mereka masuk ke bengkel untuk perbaikan.
Dalam pernyataan resminya, Xpeng membantah tuduhan penipuan. Mereka mengeklaim bahwa perubahan konfigurasi telah disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.
Akan tetapi, para pemilik kendaraan secara tegas menolak klarifikasi tersebut. Mereka menganggap langkah Xpeng tidak transparan dan mencederai kepercayaan konsumen, mengingat radar fisik merupakan komponen keamanan penting yang berbeda fungsinya dengan sistem berbasis kamera murni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




