Advertisement
Perluasan Konektivitas Internet Jaringan 5G di Indonesia Bakal Fokus Tiga Aspek
Pemerintah Tiongkok diperkirakan mengeluarkan lisensi 5G untuk sejumlah operator telekomunikasi pada semester kedua 2019. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi Informasi dan Digital (Komdigi) fokus pada tiga aspek untuk dapat memperluas cakupan konektivitas Internet 5G di Indonesia. Hal ini diutarakan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto.
Tiga aspek itu terdiri dari spektrum frekuensi radio, infrastruktur, dan regulasi yang diharapkan mampu meningkatkan cakupan konektivitas 5G yang lebih luas lagi.
Advertisement
"Dari aspek spektrum frekuensi radio, akan dilelang empat pita frekuensi di mana satu pita frekuensi untuk fixed broadband berbasis 5G, sedangkan tiga pita frekuensi selebihnya adalah untuk mobile broadband berbasis 5G," kata Wayan, Kamis (1/5/2025).
Pelelangan spektrum frekuensi radio ini dijadwalkan berlangsung di 2025 ini dengan empat pita frekuensi yang dimaksud ialah pita 1,4GHz untuk layanan fixed broadband, sementara sisa tiga lainnya ialah 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz untuk layanan seluler.
Dengan dilepasnya empat spektrum frekuensi tersebut, diharapkan konektivitas 5G bisa semakin merata setelah pelelangan usai dan meningkatkan cakupannya di Indonesia.
Aspek kedua yang disiapkan ialah regulasi. Hal ini juga akan berkaitan dengan pelelangan spektrum frekuensi yang akan dilakukan terutama untuk penyelenggara telekomunikasi seluler.
Salah satu kebijakan yang dikembangkan ialah terkait insentif diharapkan dapat membantu penyelenggara telekomunikasi mengembangkan jaringan 5G dengan lebih optimal.
"Kebijakan insentif juga dalam waktu yang tidak terlalu lama diharapkan dapat segera ditetapkan, agar memberikan ruang pembiayaan lebih bagi operator seluler sehingga mampu menggelar jaringan 5G dengan masif," kata Wayan.
Kebijakan lainnya yang disiapkan oleh Kementerian Komdigi ialah pembentukan peta jalan atau roadmap infrastruktur digital yang holistik untuk jangka panjang mencakup berbagai sisi mulai dari hulu hingga hilir.
Terakhir, aspek yang menjadi perhatian Kementerian Komdigi dalam memeratakan 5G di Indonesia ialah dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur digital.
Menurut Wayan pada aspek ini pemerintah menggenjot perluasan jaringan fiber optik (FO) atau dikenal juga sebagai jaringan tulang punggung yang memiliki stabilitas paling baik.
Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Masih Ada 982 Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer SMA-SMK di DIY
- Warga Kalibawang Diduga Tewas, Kerangka Ditemukan di Gunung Tugel
- PDIP DIY Gelar Merawat Pertiwi, Jaga Hubungan Manusia dan Alam
- Bus Wisata Dilarang Masuk Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Lokasi
- Polisi Ungkap Modus Curanmor Basemen Mal di Sleman
Advertisement
Advertisement




