Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Kenali Modus Penipuannya
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Mesin pencari AI - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—OpenAI menyiapkan mode dewasa pada ChatGPT untuk mendukung kebutuhan profesional, akademik, dan kreatif dengan sistem verifikasi usia.
Fitur yang ditargetkan meluncur pada 2026 ini dirancang khusus bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas, menandai evolusi besar dalam teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bagi konsumen global.
Selama ini, ChatGPT dikenal memiliki sistem moderasi konten yang sangat ketat untuk melindungi pengguna dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Namun, kebijakan tersebut sering dinilai terlalu kaku, terutama bagi pengguna profesional yang memerlukan diskusi lebih mendalam dan kompleks.
Fleksibilitas untuk Kebutuhan Profesional dan Akademik
Menurut OpenAI, hadirnya "adult mode" merupakan respons terhadap tingginya permintaan pengguna dewasa akan fleksibilitas interaksi. Mode ini memungkinkan ChatGPT memberikan respons terkait topik sensitif, diskusi akademik yang kontroversial, hingga eksplorasi narasi dewasa dalam karya sastra dengan pendekatan yang lebih terbuka.
Langkah ini juga menjawab keluhan dari kalangan profesional seperti penulis, akademisi, jurnalis, hingga peneliti. Banyak dari mereka merasa analisis kritis atau pembahasan ilmiah sering kali terhambat oleh sistem keamanan standar (filter) yang ada saat ini.
Sistem Verifikasi Usia dan Batasan Etika
Meski memberikan keleluasaan lebih, OpenAI menegaskan bahwa "adult mode" bukan berarti tanpa aturan. Perusahaan berkomitmen tetap menjaga fondasi etika dengan melarang konten ilegal, berbahaya, atau merugikan.
Untuk menjamin keamanan, OpenAI akan menerapkan sistem verifikasi usia yang ketat. Pengguna wajib membuktikan identitas bahwa mereka telah berusia minimal 18 tahun. Selain itu, mode ini tidak akan aktif secara otomatis (non-default); pengguna harus secara sadar memilih untuk mengaktifkannya guna menjaga kontrol penuh individu.
Memahami Konteks, Bukan Sekadar Blokir Kata Kunci
Pengembangan fitur ini mencerminkan kemajuan AI dalam memahami konteks percakapan. Alih-alih sekadar memblokir kata kunci (keywords), sistem masa depan akan lebih mempertimbangkan tujuan, latar belakang, dan nuansa permintaan pengguna.
Hasilnya, ChatGPT diharapkan mampu menghasilkan respons yang lebih relevan, bernuansa, dan mendalam untuk kebutuhan kreatif maupun profesional. Inovasi ini menunjukkan upaya OpenAI dalam menyeimbangkan antara kebebasan bereksplorasi dengan tanggung jawab sosial.
Rencana peluncuran pada 2026 mendatang masih bersifat tentatif. Saat ini, OpenAI masih melakukan pengujian internal secara intensif serta mengumpulkan masukan dari pakar etika dan komunitas pengguna untuk memastikan fitur ini aman digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.