Advertisement
Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
Mercedes/AMG GT 63 S E Performance 4/Door Coupe (IST)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Mercedes-Benz menarik kembali ratusan unit mobil listrik EQB di Amerika Serikat setelah ditemukan potensi korsleting pada sel baterai yang berisiko kebakaran.
Daftar Model Terdampak: Produksi Awal 2022-2023
Mengutip laporan Carscoops, penarikan ini menyasar unit generasi awal dengan rincian sebagai berikut:
Advertisement
- EQB 300 4Matic: 100 unit
- EQB 350 4Matic: 48 unit
BACA JUGA
- EQB 250: 21 unit
Seluruh kendaraan yang terdampak merupakan model tahun produksi 2022-2023. Pihak Mercedes-Benz memastikan bahwa varian EQB yang lebih baru telah menggunakan komponen baterai yang lebih tangguh dan tidak termasuk dalam daftar penarikan ini.
Sebagai langkah preventif, perusahaan mengeluarkan imbauan keras kepada para pemilik kendaraan terdampak. Konsumen diminta untuk tidak mengisi daya baterai melebihi kapasitas 80% hingga perbaikan dilakukan.
Risiko insiden dilaporkan dapat terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan terparkir. Meski demikian, saat mobil sedang digunakan, sistem pada dasbor akan memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya lonjakan suhu baterai yang tidak wajar.
Menariknya, Mercedes-Benz tidak melakukan penggantian unit baterai secara fisik. Solusi teknis yang ditawarkan adalah pembaruan perangkat lunak (software update) untuk memitigasi risiko panas berlebih. Pemilik kendaraan diwajibkan mengunjungi pusat layanan resmi Mercedes-Benz pada awal 2026 untuk menginstal pembaruan tersebut secara cuma-cuma.
Bukan Insiden Pertama di Tahun 2025-2026
Masalah baterai ini menjadi catatan berulang bagi pabrikan tersebut. Pada awal tahun 2025, Mercedes-Benz juga pernah menarik lebih dari 7.000 unit SUV listrik di AS dengan kendala serupa. Rentetan recall ini menekankan tantangan besar yang dihadapi produsen otomotif dalam menjaga stabilitas keamanan baterai pada tahap awal transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




