Advertisement

China Wajibkan Tombol Fisik di Mobil Baru

Jumali
Kamis, 19 Februari 2026 - 10:57 WIB
Jumali
China Wajibkan Tombol Fisik di Mobil Baru Ilustrasi mobil

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--​Pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) resmi merilis kebijakan baru yang mewajibkan seluruh kendaraan produksi terbaru memiliki kontrol fisik untuk fungsi-fungsi krusial. Kebijakan ini merupakan bentuk revisi terhadap standar nasional GB4094-2016 guna menekan angka kecelakaan akibat distraksi penggunaan layar sentuh pada kokpit mobil modern.

​Langkah China Wajibkan Tombol Fisik Mobil ini mulai berlaku efektif pada Juli 2027 mendatang untuk memastikan standar keselamatan berkendara tetap terjaga di tengah tren interior minimalis. Sejumlah raksasa otomotif seperti Geely, BYD, hingga GWM dilaporkan turut dilibatkan dalam penyusunan standar baru tersebut agar produsen kendaraan energi baru (NEV) dapat beradaptasi dengan cepat.

Advertisement

​Dalam regulasi terbaru ini, otoritas menetapkan daftar fungsi utama yang dilarang hanya dioperasikan melalui layar digital, terutama pada sistem pencahayaan dan sinyal seperti lampu sein, klakson, serta lampu hazard. Selain itu, kontrol transmisi (P/R/N/D) kini wajib menggunakan perangkat fisik dan tidak boleh hanya tersedia di dalam menu layar sentuh seperti pada beberapa model mobil listrik saat ini.

​Aspek keselamatan dan darurat juga menjadi fokus utama, di mana fungsi wiper depan, defogger, power window, serta panggilan darurat (AECS) harus bisa diakses melalui tombol fisik. Bahkan, standar teknis mengharuskan tombol tersebut memiliki ukuran minimal 10x10 mm, memberikan umpan balik taktil atau suara, serta tetap berfungsi normal seusai terjadi insiden kecelakaan atau benturan.

​Kebijakan ini muncul sebagai respons atas kritik terhadap tren desain kendaraan energi baru (NEV) di China yang dianggap terlalu memuja aspek digital secara "membabi buta" hingga mengorbankan ergonomi. VP Geely sebelumnya sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa hilangnya tombol fisik dapat membahayakan pengemudi karena hilangnya kemampuan pengoperasian tanpa melihat (blind operation).

​Implementasi aturan pada 2027 mendatang diprediksi akan memicu perombakan besar-besaran pada desain interior mobil yang saat ini mengusung konsep zero-button. Para produsen kini dituntut untuk menyeimbangkan antara estetika teknologi digital dengan aspek keselamatan operasional agar pengemudi tetap bisa mengendalikan fitur vital secara instan tanpa harus memecah fokus dari jalanan.

​China kini memimpin tren regulasi anti-distraksi global yang kemungkinan besar akan diikuti oleh negara-negara lain demi meningkatkan standar keamanan jalan raya. Dengan diberlakukannya aturan ini, era kokpit yang sepenuhnya bergantung pada layar lebar diperkirakan akan segera berakhir seusai pemerintah memperketat pengawasan terhadap fungsionalitas darurat pada setiap unit kendaraan yang dipasarkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tragedi Imlek: Ledakan Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang

Tragedi Imlek: Ledakan Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang

News
| Kamis, 19 Februari 2026, 10:27 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement