Advertisement
AI Grok Tuai Kontroversi Konten Asusila, Musk Mengaku Tak Tahu
Elon Musk - Royal Society - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Fitur AI Grok milik platform X menuai kontroversi global usai menghasilkan konten asusila.Kontroversi ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk pemblokiran fitur tersebut di Indonesia dan Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, pemilik platform X, Elon Musk mengaku terkejut dan mengklaim tidak mengetahui adanya konten eksploitatif yang dihasilkan oleh AI besutan perusahaannya, xAI.
Advertisement
"Saya tidak tahu adanya gambar anak di bawah umur telanjang dihasilkan Grok. Benar-benar nol," kata Musk sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak X maupun xAI belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait pernyataan Musk tersebut.
BACA JUGA
Tekanan terhadap xAI juga datang dari dalam negeri Amerika Serikat. Jaksa Agung California, Rob Bonta, menuntut pertanggungjawaban penuh dari xAI atas isu ini. Langkah tersebut didukung oleh Gubernur California, Gavin Newsom, yang meminta penyelidikan mendalam dilakukan.
"Kami menuntut jawaban segera dari xAI mengenai rencana konkret untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran konten tersebut," tegas Bonta dalam pernyataan resminya.
Fenomena penyalahgunaan Grok yang mampu mengubah gambar orang sungguhan menjadi konten asusila sempat membanjiri timeline pengguna X secara global. Hal ini memicu gelombang kritik deras dari berbagai organisasi perlindungan anak dan hak asasi manusia di seluruh dunia.
xAI Perketat Pembatasan Fitur Edit Gambar
Menghadapi tekanan global yang semakin masif, xAI akhirnya mengumumkan penerapan batasan ketat pada fitur pengeditan gambar. Kebijakan ini kini diperluas untuk seluruh pengguna, tidak hanya bagi pelanggan berbayar.
"Kami menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan dengan pakaian terbuka. Pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar," tulis pernyataan resmi xAI melalui akun media sosial X.
Langkah ini diharapkan dapat memitigasi penyalahgunaan teknologi AI yang kian mengkhawatirkan dan memulihkan kepercayaan publik serta otoritas di berbagai negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Mulai Monitoring Penerapan UMK 2026 di Industri Menengah
- Pemkab Kulonprogo Genjot Pembukaan Jalan Baru di Perbukitan Menoreh
- PUKAT UGM: KUHAP Tak Atur Penampakan Tersangka dalam Konferensi Pers
- Disnakertrans Bantul Temukan Pelanggaran UMK 2026 saat Sidak
- Bantul Kucurkan Rp22,3 M untuk BOP dan BOSDA PAUD
Advertisement
Advertisement





