Advertisement

AI Grok Tuai Kontroversi Konten Asusila, Musk Mengaku Tak Tahu

Jumali
Kamis, 15 Januari 2026 - 20:17 WIB
Jumali
AI Grok Tuai Kontroversi Konten Asusila, Musk Mengaku Tak Tahu Elon Musk - Royal Society - Wikipedia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Fitur AI Grok milik platform X menuai kontroversi global usai menghasilkan konten asusila.Kontroversi ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk pemblokiran fitur tersebut di Indonesia dan Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, pemilik platform X, Elon Musk mengaku terkejut dan mengklaim tidak mengetahui adanya konten eksploitatif yang dihasilkan oleh AI besutan perusahaannya, xAI.

Advertisement

"Saya tidak tahu adanya gambar anak di bawah umur telanjang dihasilkan Grok. Benar-benar nol," kata Musk sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak X maupun xAI belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait pernyataan Musk tersebut.

Tekanan terhadap xAI juga datang dari dalam negeri Amerika Serikat. Jaksa Agung California, Rob Bonta, menuntut pertanggungjawaban penuh dari xAI atas isu ini. Langkah tersebut didukung oleh Gubernur California, Gavin Newsom, yang meminta penyelidikan mendalam dilakukan.

"Kami menuntut jawaban segera dari xAI mengenai rencana konkret untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran konten tersebut," tegas Bonta dalam pernyataan resminya.

Fenomena penyalahgunaan Grok yang mampu mengubah gambar orang sungguhan menjadi konten asusila sempat membanjiri timeline pengguna X secara global. Hal ini memicu gelombang kritik deras dari berbagai organisasi perlindungan anak dan hak asasi manusia di seluruh dunia.

xAI Perketat Pembatasan Fitur Edit Gambar
Menghadapi tekanan global yang semakin masif, xAI akhirnya mengumumkan penerapan batasan ketat pada fitur pengeditan gambar. Kebijakan ini kini diperluas untuk seluruh pengguna, tidak hanya bagi pelanggan berbayar.

"Kami menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan dengan pakaian terbuka. Pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar," tulis pernyataan resmi xAI melalui akun media sosial X.

Langkah ini diharapkan dapat memitigasi penyalahgunaan teknologi AI yang kian mengkhawatirkan dan memulihkan kepercayaan publik serta otoritas di berbagai negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pertemuan Presiden-Rektor Singgung Ekonomi dan Minerba

Pertemuan Presiden-Rektor Singgung Ekonomi dan Minerba

News
| Kamis, 15 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement