Advertisement
Ericsson Umumkan PHK 1.600 Pegawai, Fokus Efisiensi Biaya
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa telekomunikasi Swedia, Ericsson, resmi memulai restrukturisasi dengan rencana PHK 1.600 pegawai di Swedia guna memperkuat posisi biaya dan daya saing global.
Manajemen Ericsson menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari inisiatif pengendalian biaya global. Meski melakukan perampingan, perusahaan berkomitmen tetap mempertahankan investasi pada sektor teknologi strategis.
Advertisement
"Pengurangan staf yang diusulkan bertujuan meningkatkan posisi biaya perusahaan sambil menjaga investasi penting bagi kepemimpinan teknologi Ericsson," tulis pernyataan resmi manajemen, dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2026).
Proses negosiasi dengan serikat pekerja terkait dampak terhadap 1.600 posisi tersebut telah dimulai. Saat ini, Ericsson mempekerjakan lebih dari 90.000 karyawan di seluruh dunia, dengan sekitar 13.000 di antaranya berbasis di Swedia. Selain pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif lain untuk mengoptimalkan efisiensi operasional secara menyeluruh.
BACA JUGA
Sebagai salah satu dari tiga penyedia jaringan seluler terbesar dunia—bersaing ketat dengan Huawei (Tiongkok) dan Nokia (Finlandia)—Ericsson menunjukkan performa keuangan yang kontras. Pada Oktober lalu, perusahaan melaporkan lonjakan laba bersih kuartal III meskipun angka penjualan secara umum menurun.
Pengumuman restrukturisasi ini mendapat respons positif dari investor. Saham Ericsson tercatat menguat sekitar 1,5% pada perdagangan awal di bursa saham Stockholm. Ericsson dijadwalkan akan merilis laporan keuangan tahunan dan kinerja kuartal IV pada 23 Januari mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Picu Polemik Politik
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




