Advertisement
Permintaan Meledak, Maruti Suzuki Perluas Produksi Mobil di India
Jimny lima pintu - Suzuki Global
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan permintaan mobil domestik mendorong Maruti Suzuki memperluas kapasitas produksi hingga satu juta unit per tahun.
Langkah ini juga diambil sebagai respons atas langkah akuisisi lahan baru senilai US$550 juta atau setara Rp9,24 triliun.
Advertisement
Hingga tahun 2025, produksi Suzuki di India telah melampaui angka dua juta unit. Tingginya minat pasar terhadap model entry-level memicu antrean pemesanan dengan waktu tunggu (indent) rata-rata satu setengah bulan. Perusahaan kini fokus mempercepat distribusi untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kepala Pemasaran dan Penjualan Maruti Suzuki, Partho Banerjee, menyebutkan permintaan domestik melonjak tajam 37 persen pada Desember 2025 menjadi 178.646 unit. Ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang Suzuki Motor sebesar US$8 miliar di India untuk periode lima hingga enam tahun ke depan.
BACA JUGA
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan dimulainya produksi komersial SUV listrik e-Vitara di pabrik Gujarat. India kini diproyeksikan menjadi pusat produksi global kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) Suzuki yang akan diekspor ke 100 negara, termasuk ke Jepang.
Nilai Pasar Maruti Suzuki Lampaui Induk Perusahaan
Fenomena unik terjadi pada valuasi perusahaan, di mana nilai pasar Maruti Suzuki kini jauh melampaui induk perusahaannya di Jepang.
Perbandingan Kapitalisasi Pasar (September 2025):
- Suzuki Motor (Jepang): US$26,5 miliar (Rp436,3 triliun).
- Maruti Suzuki (India): US$53,1 miliar (Rp871,3 triliun).
Berdasarkan laporan Nikkei Asia, nilai Maruti Suzuki mencapai hampir dua kali lipat dari Suzuki Motor di Jepang. Secara teori, jika Suzuki melepas 58,2 persen kepemilikan sahamnya, nilai pasar induk perusahaan bisa merosot hingga 600 miliar yen. Fakta ini menegaskan bahwa Maruti Suzuki kini menjadi pilar vital dalam stabilitas bisnis global Suzuki Motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Klaim Dewan Perdamaian Gaza Terbesar Sepanjang Sejarah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




