Advertisement

Uni Eropa Siap Wajibkan Pemblokiran Huawei dan ZTE dari Infrastruktur

Jumali
Selasa, 20 Januari 2026 - 23:17 WIB
Jumali
Uni Eropa Siap Wajibkan Pemblokiran Huawei dan ZTE dari Infrastruktur Huawei Matebook 16s / Huawei

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Uni Eropa bersiap memperketat kebijakan keamanan siber dengan mewajibkan negara anggotanya menyingkirkan perangkat Huawei dan ZTE dari jaringan vital, menyusul kekhawatiran risiko keamanan dan langkah serupa yang lebih dulu diambil Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut akan mengikat seluruh negara anggota Uni Eropa untuk memblokir penggunaan peralatan dari vendor yang dikategorikan berisiko tinggi, terutama Huawei dan ZTE, pada infrastruktur strategis seperti telekomunikasi dan energi surya.

Advertisement

Laporan Financial Times yang dikutip Reuters, Selasa (20/1/2026), menyebutkan bahwa Komisi Eropa tengah menyiapkan proposal keamanan siber yang dijadwalkan dirilis pekan ini. Proposal ini mengubah pendekatan sebelumnya yang bersifat sukarela menjadi mandat wajib bagi negara anggota.

Langkah tersebut diambil untuk mengatasi lambannya implementasi kebijakan di sejumlah negara besar, seperti Spanyol dan Jerman, yang selama ini dinilai enggan sepenuhnya menghapus perangkat Huawei dan ZTE dari jaringan kritis mereka.

Dalam skema yang disiapkan, penghapusan perangkat akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat risiko di masing-masing wilayah. Faktor biaya serta ketersediaan alternatif pemasok juga menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan kebijakan ini.

Hingga saat ini, Komisi Eropa, Kementerian Perdagangan Tiongkok, Huawei, maupun ZTE belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. Reuters menyebutkan bahwa informasi ini masih menunggu konfirmasi independen dari pihak-pihak terkait.

Kebijakan Uni Eropa ini memperkuat tren global yang semakin membatasi penggunaan perangkat teknologi asal Tiongkok. Sebelumnya, Amerika Serikat telah memberlakukan larangan serupa sejak 2022 dengan alasan keamanan nasional.

Di tengah sikap Eropa yang semakin ketat, Huawei dilaporkan mulai mempertimbangkan ulang rencana pembangunan pabrik baru di wilayah selatan Prancis. Ketidakpastian kebijakan dan lambannya pengembangan jaringan 5G di Eropa turut menjadi faktor pertimbangan.

Jika kebijakan ini diterapkan penuh, lanskap teknologi dan energi di Eropa diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan, seiring meningkatnya eskalasi rivalitas teknologi antara negara-negara Barat dan Beijing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement