Advertisement
Cegah Akun Instagram Terblokir 2026, Ini Batas Like dan Komentar Aman
Instagram / StokCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Aktivitas memberi like dan komentar di Instagram pada 2026 tidak bisa lagi dilakukan sembarangan. Platform media sosial milik Meta itu semakin ketat menerapkan algoritma pembatasan interaksi guna menekan praktik spam, bot, serta manipulasi engagement yang merugikan pengguna lain.
Memahami batas aman interaksi menjadi langkah penting agar akun terhindar dari sanksi, mulai dari pembatasan fitur hingga pemblokiran permanen.
Advertisement
Social Trails mengungkapkan, Instagram kini mengandalkan sistem deteksi perilaku untuk menilai pola aktivitas akun. Pengguna yang melakukan like atau komentar secara berlebihan dalam waktu singkat berisiko terkena sanksi, seperti shadowban—kondisi ketika unggahan tidak muncul di halaman Explore maupun pencarian tagar. Dalam kasus lebih berat, akun dapat mengalami temporary action blocked atau bahkan penghapusan permanen jika pelanggaran berulang dilakukan seusai mendapat peringatan.
Batas aktivitas harian Instagram tidak diumumkan secara resmi, namun para pakar media sosial menyebutkannya sangat dipengaruhi oleh usia akun dan tingkat kepercayaan atau trust score. Akun baru dengan usia kurang dari satu bulan disarankan membatasi aktivitas sekitar 100–200 like dan 50–100 komentar per hari. Sementara akun berusia 1–6 bulan umumnya aman di kisaran 300–500 like serta 100–200 komentar. Untuk akun mapan di atas enam bulan, batas interaksi dapat mencapai sekitar 1.000 like dan 500 komentar per hari.
BACA JUGA
Namun, jumlah bukan satu-satunya indikator. Instagram lebih menekankan pola interaksi yang terlihat alami dan konsisten. Aktivitas yang melonjak drastis dalam satu jam lalu berhenti total sepanjang hari kerap dianggap mencurigakan. Selain itu, penggunaan komentar seragam di banyak akun, spam tagar yang tidak relevan, serta praktik follow-unfollow massal menjadi sinyal kuat bagi sistem bahwa akun tersebut tidak organik.
Demi menjaga keamanan akun dalam jangka panjang, pengguna dianjurkan mengedepankan kualitas interaksi yang relevan dan tulus. Penggunaan bot atau layanan otomatis sangat berisiko karena teknologi pendeteksi Instagram kini semakin presisi dalam mengenali pola aktivitas mesin. Dengan memahami batasan ini, pengguna diharapkan lebih bijak membangun interaksi secara bertahap, terutama seusai melakukan aktivitas promosi maupun pengembangan komunitas digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DPR Minta Kasus Air Keras Kontras Diungkap Tanpa Pandang Bulu
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Wirobrajan Terima THR dari Tabungan Bank Sampah
- Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
- Polisi Endus Unsur Pidana dalam Kasus Laka Pembalap Aldi Satya
- Dinkes Kota Jogja Siapkan Tiga Pos Kesehatan di Kawasan Malioboro
- Libur Lebaran 2026, Prambanan Siap Tampung Lonjakan Wisatawan
Advertisement
Advertisement








