Advertisement
Terbongkar, Jeffrey Epstein Danai Startup Teknologi di Silicon Valley
Ilustrasi. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Jejak investasi terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein terungkap merambah hingga jantung industri teknologi Amerika Serikat, Silicon Valley. Laporan terbaru The New York Times (NYT) menyebut Epstein menanamkan modal pada sejumlah perusahaan rintisan ternama, termasuk sektor kripto dan teknologi perangkat lunak.
Mengutip dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang dipublikasikan Kamis (5/2/2026), Epstein diketahui memiliki hubungan komunikasi langsung dengan para pendiri startup besar. Salah satunya terlihat dari surel pendiri bursa kripto Coinbase, Fred Ehrsam, pada Desember 2014.
Advertisement
Dalam pesan itu, Ehrsam menyampaikan keinginannya bertemu Epstein di sela waktu luangnya. Pada tahun yang sama, Epstein tercatat mengucurkan investasi sebesar 3 juta dolar AS atau sekitar Rp48,6 miliar ke Coinbase, yang saat itu masih berada pada fase awal pengembangan.
Tak berhenti di situ, laporan NYT juga mengungkap peran miliarder teknologi Peter Thiel yang disebut pernah memberikan saran investasi kepada Epstein. Beberapa peluang yang disarankan meliputi layanan musik digital Spotify serta perusahaan perangkat lunak milik Thiel, Palantir.
BACA JUGA
Meski belum dipastikan apakah Epstein benar-benar menanamkan modal di Palantir, ia tercatat berinvestasi sekitar 40 juta dolar AS di perusahaan lain milik Thiel, yakni Valar Ventures.
Nama Epstein juga muncul sebagai investor di sejumlah proyek teknologi dan kripto lainnya. Salah satu yang disorot adalah perusahaan teknologi Jawbone, yang menerima suntikan dana hampir 12 juta dolar AS dari Epstein.
Pengungkapan ini muncul setelah Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche pada 30 Januari lalu mengumumkan selesainya publikasi dokumen kasus Epstein. Hingga kini, total arsip yang dibuka ke publik telah melampaui 3,5 juta dokumen.
Dalam berkas-berkas tersebut, turut disebut sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk Presiden AS Donald Trump serta mantan Presiden AS Bill Clinton, meski keterkaitan detailnya masih terus ditelusuri pihak berwenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gibran Tegaskan Fokus Kawal Program Prabowo Meski Isu 2029 Muncul
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Ribuan Guru Honorer Sleman Aktif Mengajar, Belum Ada Kepastian Status
- Kodim Gunungkidul Akan Rutin Gelar Gerakan Kebersihan Seminggu Sekali
- Dinkes Kota Jogja Perketat Surveilans Cegah Masuk Virus Nipah
- Program JPD Jogja 2026, Mahasiswa Dapat Bantuan hingga Rp8 Juta
- Gerindra DIY Peringati HUT ke-18 dengan Doa dan Bakti Sosial
Advertisement
Advertisement



