Advertisement
Daihatsu Bertahan di Posisi 2, Gran Max Pick Up Jadi Andalan
Ilustrasi Grand Max. - Daihatsu
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan Daihatsu Januari 2026 masih menempatkan merek asal Jepang itu di peringkat kedua mobil terlaris nasional. Gran Max Pick Up menjadi penopang utama dengan kontribusi terbesar terhadap total penjualan ritel.
Berdasarkan data Gaikindo, distribusi wholesales Daihatsu mencapai 12.513 unit pada Januari 2026 dengan pangsa pasar 18,8%. Adapun penjualan ritel dari dealer ke konsumen tercatat 11.202 unit pada periode yang sama.
Advertisement
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono mengatakan pasar otomotif mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal tahun.
"Pada Januari 2026 ini Gran Max Pick Up menjadi produk backbone penjualan Daihatsu dengan persentase 35% terhadap total penjualan ritel Daihatsu," ujar Tri kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA
Selain Gran Max Pick Up, kontribusi penjualan Daihatsu ditopang Sigra sebesar 21%, Gran Max Minibus 19%, Terios 9%, Ayla 7%, Xenia 4%, Luxio 3%, dan Rocky 2%.
Kendati demikian, Tri belum dapat memastikan apakah kenaikan penjualan Gran Max Pick Up maupun Gran Max Blind Van berkorelasi dengan permintaan kendaraan niaga untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, transaksi pembelian kendaraan niaga tersebut umumnya tercatat atas nama perorangan sehingga tujuan penggunaan akhirnya tidak dapat diidentifikasi secara spesifik.
Secara nasional, penjualan mobil wholesales pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit atau tumbuh 7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 62.084 unit pada Januari 2025. Penjualan ritel tercatat 66.936 unit, naik 4,5% YoY dari 64.076 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tri mengatakan, kenaikan penjualan otomotif pada Januari 2026 dipicu optimalisasi program penjualan awal tahun dari berbagai merek sehingga menarik minat beli konsumen.
"Kami berharap ini dapat menjadi sinyal pemulihan sektor otomotif di tahun 2026," katanya.
Kendati demikian, industri otomotif dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan pada awal tahun ini, terutama terkait stabilitas ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Tekanan lain juga datang dari pelemahan daya beli masyarakat serta kebijakan lembaga pembiayaan yang lebih selektif dalam menyalurkan kredit kendaraan.
Untuk menjaga daya beli konsumen, Daihatsu menyiapkan berbagai program penjualan yang lebih fleksibel. Mayoritas pembelian kendaraan dilakukan secara kredit sehingga perseroan menggandeng sejumlah lembaga pembiayaan guna menghadirkan skema easy ownership, termasuk paket kredit dengan uang muka (DP) dan cicilan kompetitif.
Selain itu, Daihatsu menawarkan program tukar tambah bekerja sama dengan mitra jual beli mobil bekas untuk memudahkan konsumen mengganti kendaraan lama dengan unit baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







