Advertisement

Konsumsi BBM Mobil PHEV Ternyata 3 Kali Lipat Lebih Boros

Jumali
Jum'at, 20 Februari 2026 - 08:17 WIB
Jumali
Konsumsi BBM Mobil PHEV Ternyata 3 Kali Lipat Lebih Boros Ilustrasi mobil listrik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Temuan mengejutkan diungkap oleh Fraunhofer Institute bersama Öko-Institut dan ifeu terkait efisiensi bahan bakar mobil plug-in hybrid (PHEV).

Berdasarkan riset terbaru, konsumsi bahan bakar kendaraan jenis ini di jalan raya rata-rata mencapai 5,9 hingga 6 liter per 100 km, angka yang jauh lebih tinggi atau mencapai tiga hingga lima kali lipat dibandingkan klaim resmi dari pihak pabrikan.

Advertisement

The Guardian melaporkan, analisis terhadap sekitar satu juta unit kendaraan PHEV produksi 2021 hingga 2023 menunjukkan adanya kesenjangan lebar antara angka uji laboratorium dan pemakaian nyata di lapangan.

Secara teoritis, konsumsi BBM mobil PHEV diklaim hanya berkisar 1 hingga 2 liter per 100 km. Namun, data nirkabel kendaraan memperlihatkan konsumsi aktual mendekati mobil bermesin pembakaran internal konvensional.

Peneliti Fraunhofer, Patrick Plötz, menjelaskan fenomena ini terjadi karena perpindahan antara motor listrik dan mesin pembakaran internal berlangsung jauh lebih sering dari perkiraan. Akibatnya, penggunaan bensin meningkat signifikan sehingga efisiensi yang dijanjikan sulit tercapai dalam penggunaan harian.

Porsche Paling Boros, Merek Lain Lebih Efisien

Dalam pengamatan tersebut, model PHEV kelas atas dari Porsche tercatat sebagai yang paling boros dengan konsumsi mencapai sekitar 7 liter per 100 km, meskipun sistem listrik aktif.

Sebaliknya, beberapa model dari Toyota, Kia, Ford, dan Renault menunjukkan performa lebih efisien. Dalam sejumlah skenario, konsumsi tercatat di bawah 1 liter per 100 km.

Desakan Evaluasi Standar Uni Eropa

Menanggapi temuan ini, Porsche menyatakan perbedaan angka konsumsi dipengaruhi pola penggunaan, kondisi jalan, serta perilaku pengemudi. Perusahaan menegaskan data resmi yang dirilis telah mengikuti prosedur pengukuran standar Uni Eropa.

Namun, para peneliti mendesak European Commission untuk meninjau ulang metode pengukuran konsumsi bahan bakar agar lebih mencerminkan kondisi riil di jalan raya. Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap pelaporan efisiensi energi oleh produsen otomotif.

Laporan ini diprediksi dapat mengubah persepsi konsumen terhadap kendaraan hibrida plug-in. Transparansi informasi dinilai penting agar teknologi ramah lingkungan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik

Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik

News
| Jum'at, 20 Februari 2026, 09:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement