Advertisement

IBM: AI Generatif Picu Malware Baru, APEC Diserang 45 Persen

Nur Amalina
Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:27 WIB
Jumali
IBM: AI Generatif Picu Malware Baru, APEC Diserang 45 Persen Ilustrasi Artificial Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kemajuan AI generatif dinilai mengubah lanskap keamanan siber secara drastis. CTO IBM ASEAN Kitman Cheung memperingatkan munculnya malware generasi baru yang mampu beradaptasi dan menyerupai virus biologis.

Chief Technology Officer IBM ASEAN, Kitman Cheung, menilai laju evolusi ancaman bahkan melampaui prediksi sebelumnya.

Advertisement

Menurutnya, kini telah muncul laporan tentang malware yang memanfaatkan AI generatif untuk menulis ulang serta memodifikasi dirinya sendiri di dalam sistem organisasi.

“Dalam masa mendatang, kita akan melihat generasi baru malware yang lebih seperti virus benar daripada yang kita inginkan,” kata Cheung, Kamis (26/02/2026).

Malware tersebut dapat berubah secara dinamis sehingga metode deteksi konvensional seperti signature scanning dan antivirus tradisional menjadi kurang efektif. Artinya, pendekatan keamanan lama dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman baru berbasis AI.

Malware Makin Cerdas dan Adaptif

Cheung memprediksi ancaman siber ke depan akan menyerupai virus biologis—mampu menyusup, beradaptasi, dan berevolusi di dalam sistem. Alih-alih langsung merusak server, pelaku kini cenderung menyamar sebagai aplikasi sah, memantau aktivitas, mencuri data rahasia, hingga memperoleh kredensial akses.

Fenomena ini menandai era baru serangan siber yang menuntut pendekatan keamanan lebih holistik dan menyeluruh.

Kedaulatan Digital dan Regulasi Global

Dalam konteks tersebut, Cheung menekankan pentingnya kedaulatan digital, yakni kemampuan organisasi mengendalikan penuh lingkungan digitalnya.

Ia mencontohkan regulasi di Eropa seperti General Data Protection Regulation (GDPR) yang mengatur perlindungan data pribadi, serta Digital Operational Resilience Act (DORA) yang berfokus pada ketahanan operasional digital agar organisasi tetap berjalan saat terjadi gangguan teknologi atau serangan siber.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi saja tidak cukup. Organisasi perlu menerapkan kerangka kerja keamanan yang komprehensif, mulai dari pengaturan akses data, lokasi penyimpanan, perlindungan kerahasiaan, hingga pengelolaan kunci enkripsi secara eksklusif.

Selain itu, kontrol terhadap cloud, pusat data, serta kesiapan pemulihan bencana menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi keamanan siber modern.

Secure by Design dan Peran AI sebagai Pelindung

Cheung juga memperkenalkan konsep Secure by Design sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman akibat AI.

“Sekarang, Secure by Design mengatakan kita harus memperkenalkan check point dan kemampuan di setiap layar operasi tersebut,” jelas Cheung.

Konsep ini menekankan integrasi pengamanan sejak tahap perancangan sistem. AI tidak hanya menjadi alat serangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pertahanan.

“Dengan mengendalikan latihan desain yang dilindungi dengan AI, Anda dapat memperkenalkan agen yang dapat mengubah cara kita menguji,”

Dengan dukungan AI generatif, organisasi dapat menghadirkan agen otomatis yang memantau laporan kerentanan terbaru, menciptakan skenario pengujian baru, dan melakukan uji sistem secara berkelanjutan—menggantikan proses manual yang selama ini bersifat periodik dan kurang responsif.

Lanskap Ancaman APEC 2026

Merujuk laporan X-Force Threat Intelligence Index 2026, kawasan APEC tidak lagi menjadi wilayah paling banyak diserang. Persentasenya turun dari 34% menjadi 27%, sehingga kini berada di posisi kedua.

Namun, jumlah serangan secara global justru meningkat signifikan, yakni sekitar 45–50% dari 2024 ke 2025. Artinya, meskipun peringkat APEC menurun, jumlah serangan nyata di kawasan tersebut tetap naik sekitar 17–18%.

Organisasi di wilayah APEC, termasuk sektor pemerintahan dan perbankan, kini menghadapi volume serangan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini menegaskan bahwa keamanan siber berbasis AI dan pendekatan Secure by Design menjadi kebutuhan mendesak di era digital saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

ASN Akan Ikuti Pelatihan Militer, Korps Marinir Siapkan Materi

ASN Akan Ikuti Pelatihan Militer, Korps Marinir Siapkan Materi

News
| Jum'at, 27 Februari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement