Advertisement

Elon Musk: 10.000 Orang Daftar Uji Coba Neuralink

Jumali
Minggu, 12 April 2026 - 14:27 WIB
Jumali
Elon Musk: 10.000 Orang Daftar Uji Coba Neuralink Elon Musk - Royal Society - Wikipedia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) memasuki babak baru. Neuralink, perusahaan rintisan milik Elon Musk, mengumumkan lebih dari 10.000 orang telah mendaftar sebagai peserta uji coba implan chip otak.

Lonjakan minat ini terungkap dalam laporan riset Morgan Stanley. Presiden Neuralink, DJ Seo, menyebut angka tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan global terhadap teknologi BCI.

Advertisement

Visi Futuristik: Dari Pemulihan hingga Telepati

Neuralink dikembangkan untuk membantu pasien dengan gangguan saraf, seperti kelumpuhan. Namun, Musk memiliki visi lebih jauh, yakni mengintegrasikan manusia dengan kecerdasan buatan.

Ia menyebut teknologi ini berpotensi memungkinkan penyimpanan memori dalam bentuk digital hingga komunikasi berbasis pikiran (telepati).

“Teknologi ini bahkan bisa mencapai titik di mana Anda dapat mengunggah memori dan menyimpan versi diri Anda,” ujar Musk.

Uji Klinis Berjalan, Target Produksi 2026

Saat ini, Neuralink telah menanamkan chip pada 12 pasien dalam tahap uji klinis, dengan target tambahan belasan pasien hingga akhir 2025.

Chip generasi saat ini, N1, menggunakan koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) untuk menghubungkan otak dengan perangkat eksternal. Teknologi ini telah memungkinkan pasien lumpuh mengendalikan perangkat, termasuk lengan robot dan permainan digital, hanya dengan pikiran.

Berdasarkan capaian awal tersebut, Neuralink menargetkan produksi massal chip otak pada 2026, disertai pengembangan robot bedah otomatis untuk mempercepat proses implantasi.

Tantangan Etika dan Keamanan

Di balik potensi besar, pengembangan teknologi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait etika, privasi, dan keamanan data saraf manusia.

Pendaftaran uji coba melalui program “Patient Registry” telah dibuka secara global, namun prioritas tetap diberikan kepada pasien dengan kondisi medis serius seperti cedera tulang belakang dan penyakit saraf motorik.

Dengan perkembangan ini, Neuralink berpotensi menjadi pionir dalam mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Namun, implementasi luasnya tetap bergantung pada kesiapan regulasi, keamanan, dan penerimaan publik di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

140 Situs Warisan Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

140 Situs Warisan Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

News
| Minggu, 12 April 2026, 19:47 WIB

Advertisement

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Wisata
| Minggu, 12 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement