Puluhan Juta Data Pelanggan Bocor di Jepang, AI Disorot
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Setiap mobil yang tersedia pasti dibekali dengan ban serep. Komponen yang biasanya lokasinya agak tersembunyi ini juga harus selalu berada di posisinya ke manapun Anda pergi menggunakan mobil.
Ke manapun Anda pergi, ban serep harus selalu terpasang dengan baik. Sesuai namanya, ban satu ini akan berguna jika ada satu ban mobil Anda yang bocor di tengah perjalanan.
Untuk itu ban serep tidak boleh diabaikan walau kita tidak berharap untuk menggunakannya. Lantas kapan terakhir kali Anda mengecek ban serep?
Semoga Anda tidak pernah mengabaikannya dan rutin untuk melakukan pengecekan. Bagi yang sebaliknya, yuk mulai dari sekarang kita cek ban serep.
Caranya mudah, seperti dilansir dari Auto2000, Rabu (5/1/2022):
Cukup buka dan perhatikan kondisi ban serep di lokasinya. Pastikan tampilannya dalam kondisi baik. Pastikan juga tidak ada karat maupun kotoran yang mengganggu ban serep.
Setelah itu, pastikan tekanan angin ban serep dalam kondisi ideal. Jika berkurang, maka segera tambahkan angin. Posisi ban serep juga tidak boleh bergoyang atau bergeser dari dudukannya.
Maka sekalian melakukan pengecekan ban serep, tak ada salahnya untuk sekaligus membersihkan ruang ban tersebut. Pastikan bebas dari debu dan kotoran lainnya.
Selain itu langkah dalam pencecekan ban serep adalah periksa ketersediaan kunci-kunci alias tool kit pembuka dan pemasangnya. Sebab akan percuma jika ban serep dalam kondisi bagus namun taka ada peralatan pelepas dan pemasangnya.
Pastikan tool kit pelepas ban tersedia dan tersimpan dengan baik di mobil. Biasakan menyimpan alat-alat tersebut dalam satu kesatuan, jangan terpisah-pisah.
Semudah itulah melakukan pengecekan ban serep mobil. Pastikan selalu kondisinya bagus, mudah dijangkau, aman dan pastinya berguna saat dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.