Pendaftaran SMA Unggul Garuda 2027 Dibuka, Ini Aturan Unggah Berkas
Pendaftaran SMA Unggul Garuda 2027/2028 dibuka hingga 13 November 2026. Simak aturan unggah foto dan dokumen agar berkas sesuai ketentuan.
Logo Hyundai/Ist-Car Logos
Harianjogja.com, JOGJA–Perusahaan kendaraan listrik terbang (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL) milik Hyundai Motor Group, Supernal, merumahkan sekitar 80 persen karyawannya seusai menghadapi kegagalan uji coba teknologi dan restrukturisasi besar-besaran. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi ambisi pengembangan mobil terbang komersial.
Berdasarkan laporan autoblog.com, Rabu (4/3/2026), Supernal memangkas 296 posisi di fasilitas produksinya yang berada di Orange County, Fremont, dan Mojave, Amerika Serikat. Perusahaan yang sempat memiliki valuasi sekitar Rp28,7 triliun tersebut kini hanya menyisakan kurang dari 80 staf inti.
"Keputusan ini merupakan perubahan strategis untuk memastikan struktur kepegawaian dan biaya kami dioptimalkan untuk pengiriman jangka panjang desain pesawat kami yang selaras dengan pasar," ungkap juru bicara resmi perusahaan.
Efisiensi Total dan Komitmen Hyundai
Sebagai bagian dari strategi efisiensi, Supernal akan memusatkan seluruh operasional di kantor pusatnya di Irvine. Manajemen menyatakan langkah ini tidak menghentikan pengembangan teknologi Advanced Air Mobility (AAM).
Pihak Hyundai menegaskan komitmennya terhadap bisnis mobilitas udara masa depan.
"Hyundai Motor Group tetap berkomitmen pada bisnis Advanced Air Mobility (AAM) sebagai bagian dari visi mobilitas masa depannya, dan Supernal akan terus berfungsi sebagai lengan pelaksana AAM khusus grup untuk pengembangan pesawat," tambahnya.
Proyek S-A2 Mandek
Hambatan teknis menjadi pemicu utama restrukturisasi. Prototipe pesawat listrik andalan mereka, S-A2 eVTOL, dilaporkan gagal menunjukkan performa terbang otonom optimal saat pengujian di Mojave. Kendala tersebut membuat proyek dihentikan pada September 2025 dan berujung pada gelombang PHK massal.
Kondisi yang dialami Supernal mencerminkan tekanan lebih luas di industri eVTOL global.
Beberapa indikator perlambatan sektor ini antara lain:
Kemunduran yang dialami Supernal memperlihatkan bahwa komersialisasi mobil terbang masih menghadapi tantangan berat, terutama dalam integrasi teknologi otonom dengan regulasi keselamatan penerbangan. Industri Advanced Air Mobility kini memasuki fase realistis, ketika ambisi futuristik harus berhadapan langsung dengan batasan teknologi dan tekanan pasar.
Supernal Hyundai PHK 80 persen karyawan menjadi sinyal kuat bahwa sektor eVTOL global masih membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar siap beroperasi secara komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran SMA Unggul Garuda 2027/2028 dibuka hingga 13 November 2026. Simak aturan unggah foto dan dokumen agar berkas sesuai ketentuan.
Alex Marquez mengingatkan Marc Marquez mengeluarkan kemampuan terbaik dalam lima seri terakhir MotoGP 2026. Marc tertinggal dua poin dari Jorge Martin.
Kekeringan di Kulonprogo meluas ke delapan kapanewon. BPBD mencatat distribusi 604 tangki atau sekitar 3 juta liter air bersih untuk 4.587 KK.
STNK hilang bisa diganti melalui Samsat. Simak syarat dokumen, tahapan pengurusan, dan biaya resmi penerbitan STNK pengganti.
DIY mendorong keterlibatan usaha mikro dan kecil (UMK), badan usaha milik kalurahan (BUMKal), serta koperasi desa dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Biaya kuliah Harvard, Stanford, dan MIT menembus Rp1 miliar setahun. Simak gambaran biaya kuliah, biaya hidup, dan bantuan keuangan kampus dunia.