Studi Ungkap 17,6% Situs Web Baru Kini Sepenuhnya Dibuat AI

Jumali
Jumali Rabu, 10 Juni 2026 17:47 WIB
Studi Ungkap 17,6% Situs Web Baru Kini Sepenuhnya Dibuat AI

Foto ilustrasi chat menggunakan artificial inteligence atau AI. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi produksi konten di internet. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Imperial College London, Stanford University, dan Internet Archive menemukan bahwa 17,6% situs web baru yang diterbitkan di internet kini sepenuhnya dibuat oleh AI tanpa campur tangan manusia.

Dilansir dari Gizmodo, temuan tersebut menjadi salah satu pengukuran paling konkret terkait fenomena yang selama ini dikenal sebagai Dead Internet Theory, sebuah teori yang menyebut internet modern semakin dipenuhi oleh bot dan konten otomatis dibandingkan aktivitas manusia.

Apa Itu Dead Internet Theory?

Dead Internet Theory merupakan gagasan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan menyatakan bahwa sebagian besar aktivitas di internet telah didominasi oleh sistem otomatis, bot, serta konten buatan mesin.

Versi yang lebih ekstrem dari teori ini bahkan mengklaim bahwa fenomena tersebut terjadi secara sengaja untuk membentuk opini publik dan mengendalikan arus informasi. Namun hingga kini, klaim tersebut belum memiliki bukti yang kuat dan masih dianggap spekulatif.

Sepertiga Situs Baru Dibuat dengan Bantuan AI

Penelitian tersebut memanfaatkan data arsip situs web yang dikumpulkan melalui Wayback Machine milik Internet Archive sejak akhir 2022 hingga pertengahan 2025.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada Mei 2025 sekitar 35,3% situs web baru diterbitkan dengan bantuan AI. Dari jumlah itu, 17,6% sepenuhnya dihasilkan oleh AI, sementara sisanya melibatkan kombinasi antara teknologi AI dan kontribusi manusia.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembuatan konten internet telah berkembang jauh lebih cepat dibanding perkiraan banyak pihak.

Aktivitas Bot Terus Meningkat

Hasil studi tersebut sejalan dengan sejumlah laporan sebelumnya mengenai meningkatnya aktivitas otomatis di internet.

Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare pernah melaporkan bahwa hampir sepertiga lalu lintas internet berasal dari bot. Sementara perusahaan keamanan siber Imperva mencatat aktivitas otomatis di internet telah melampaui aktivitas manusia untuk pertama kalinya pada 2024.

Perkembangan AI generatif juga membuat pembuatan situs web, artikel, dan konten digital menjadi jauh lebih mudah dan murah dibanding sebelumnya.

Risiko: Berkurangnya Keragaman Perspektif

Peneliti menemukan bahwa sebagian kekhawatiran terhadap konten AI ternyata tidak sepenuhnya terbukti. Dalam banyak kasus, konten yang dihasilkan AI tidak selalu dipenuhi kesalahan fakta seperti yang sering dikhawatirkan.

Namun, penelitian tersebut mengidentifikasi dua dampak yang cukup nyata.

Pertama, berkurangnya keberagaman ide dan sudut pandang karena banyak konten AI cenderung dibangun dari pola data yang serupa.

Kedua, munculnya tulisan yang terasa semakin homogen, steril, dan terlalu positif secara artifisial. Karakteristik ini membuat banyak konten di internet terlihat seragam meskipun berasal dari sumber yang berbeda.

Dimanfaatkan untuk Situs Palsu dan SEO Farming

Maraknya penggunaan AI juga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk membuat situs web palsu, menjiplak konten media, hingga membangun jaringan situs yang bertujuan mengejar peringkat mesin pencari atau SEO farming.

Praktik tersebut memunculkan tantangan baru bagi pengguna internet dalam membedakan informasi yang kredibel dengan konten yang dibuat secara massal oleh sistem otomatis.

Para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih menjadi langkah awal untuk memahami dampak AI terhadap ekosistem internet. Mereka kini mengembangkan sistem pemantauan berkelanjutan guna mengukur bagaimana teknologi AI mengubah lanskap informasi digital dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online