Dubai Access Club Tawarkan Visa 5 Tahun dan Kredit Rp9,8 Juta untuk Turis
Dubai Access Club menawarkan visa kunjungan lima tahun, kartu SIM gratis, dan kredit Rp9,8 juta. Simak biaya serta syarat pendaftarannya.
Ilustrasi Mercedes Benz./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA— Mercedes-Benz mengajukan teknologi yang memungkinkan kendaraan off-road mengapung dan bergerak di atas air tanpa membutuhkan baling-baling tambahan. Gagasan tersebut dituangkan dalam paten yang memadukan kontrol individual roda, suspensi aktif, sensor, navigasi, serta perangkat flotasi.
Dilansir dari Autoblog, teknologi tersebut dirancang untuk kendaraan dengan dua sumbu roda. Dalam konsep yang dijelaskan pada paten, kendaraan dapat masuk ke perairan, mempertahankan posisi saat mengapung, bergerak melintasi air, kemudian kembali mendapatkan traksi ketika mencapai daratan.
Artinya, Mercedes tidak sekadar mengembangkan kemampuan kendaraan untuk menerobos genangan atau sungai dangkal. Sistem tersebut dirancang agar kendaraan tetap dapat bergerak ketika roda sudah tidak lagi bersentuhan dengan dasar perairan.
Salah satu bagian paling menarik dari teknologi ini adalah tetap digunakannya roda ketika kendaraan sudah mengapung. Putaran dan arah masing-masing roda dapat dikendalikan secara terpisah sehingga roda membantu mendorong sekaligus mengarahkan kendaraan di atas permukaan air.
Suspensi aktif turut berperan dengan mengatur posisi masing-masing roda. Ketika kendaraan berada di air, roda dapat diarahkan sedemikian rupa sehingga membantu proses navigasi, sementara sistem penggerak mengatur torsi sesuai kebutuhan.
Pendekatan tersebut membuat Mercedes tidak perlu menambahkan sistem propulsi air konvensional seperti baling-baling. Kendaraan memanfaatkan sistem penggerak roda yang sudah menjadi bagian dari arsitektur kendaraan untuk menghasilkan dorongan saat mengapung.
Mercedes juga memasukkan konsep anchor mode atau mode jangkar. Sistem ini menggunakan sensor dan navigasi untuk membaca kondisi arus, kemudian mengarahkan kendaraan menghadap arus dan mengatur putaran roda agar kendaraan tidak mudah hanyut.
Pengendalian roda secara individual menjadi penting ketika kendaraan menghadapi arus air. Komputer dapat memberikan perintah berbeda kepada setiap roda untuk membantu mempertahankan arah maupun posisi kendaraan.
Dengan mekanisme tersebut, kendaraan tidak hanya dirancang untuk bergerak dari satu sisi perairan ke sisi lainnya. Sistem juga dapat membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika kondisi air berubah.
Kemampuan mengapung membutuhkan tambahan daya apung. Untuk itu, konsep Mercedes menggunakan perangkat flotasi yang dapat ditempatkan di area rumah roda. Materialnya dapat berupa busa maupun perangkat yang bisa dikembangkan seperti kantong udara.
Perangkat tersebut dapat disimpan ketika kendaraan digunakan di darat dan disiapkan ketika kendaraan hendak memasuki perairan. Selain membantu menjaga kendaraan tetap mengapung, perangkat flotasi tersebut juga dirancang untuk membantu mengurangi gangguan aliran air di sekitar roda.
Sistem flotasi yang dapat ditempatkan secara terpisah di area roda juga memungkinkan pengendalian daya apung pada tiap bagian kendaraan. Hal tersebut berguna untuk membantu menjaga keseimbangan ketika distribusi beban atau kondisi arus berubah.
Tantangan tidak berhenti ketika kendaraan sudah berada di air. Saat hendak kembali ke daratan, sistem harus menghadapi perubahan besar dari kondisi mengapung menjadi kondisi roda kembali mendapatkan cengkeraman permukaan tanah.
Paten Mercedes menjelaskan sistem yang memantau kapan masing-masing roda kembali memperoleh traksi. Setelah roda menyentuh permukaan daratan, komputer dapat menyesuaikan penyaluran torsi untuk membantu kendaraan keluar dari air tanpa membuat ban kehilangan cengkeraman.
Pengaturan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa teknologi ini menggabungkan kontrol roda secara individual, suspensi aktif, sensor, navigasi, dan perangkat lunak. Seluruh sistem bekerja untuk menangani perubahan kondisi kendaraan ketika berpindah dari darat ke air dan sebaliknya.
Meski konsepnya terdengar seperti kendaraan amfibi, keberadaan paten tersebut belum berarti Mercedes akan segera menjual SUV yang bisa mengapung. Teknologi tersebut masih berada pada tahap paten dan belum dikaitkan dengan program produksi massal tertentu.
Paten tersebut juga tidak secara spesifik menyebut Mercedes-Benz G-Class sebagai model yang akan menggunakan teknologi ini. Dokumen menggambarkan kendaraan dua sumbu secara umum, sehingga belum ada kepastian model produksi yang bakal mengadopsinya.
Bagi Mercedes, teknologi tersebut menunjukkan bagaimana kemampuan off-road dapat dikembangkan lebih jauh melalui integrasi perangkat lunak, kontrol roda, suspensi, sensor, dan sistem flotasi. Jika suatu saat diterapkan pada kendaraan produksi, kemampuan tersebut berpotensi memperluas fungsi kendaraan ketika menghadapi medan dengan kondisi air yang ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dubai Access Club menawarkan visa kunjungan lima tahun, kartu SIM gratis, dan kredit Rp9,8 juta. Simak biaya serta syarat pendaftarannya.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan kasus dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel Polri tidak mengarah pada tindak pidana makar.
Gapeka 2026 berlaku 1 Desember. KAI menambah 39 perjalanan kereta, termasuk KA Pandawa rute Semarang-Solo-Jogja.
Polri menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap nomor Prabowo dan sejumlah tokoh. Sebanyak 11 ponsel disita.
Irjen Ahrie Sonta Nasution merupakan lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Kapolri dan ajudan Presiden Prabowo.
Irwasum Polri menyebut dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel merupakan perbuatan oknum, bukan kebijakan institusi.