Claude Code Temukan 214.856 File Tersembunyi di HP Google Pixel

Jumali
Jumali Selasa, 03 November 2026 10:57 WIB
Claude Code Temukan 214.856 File Tersembunyi di HP Google Pixel

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Menghapus foto dan video dari ponsel Android ternyata belum tentu membuat seluruh jejak file tersebut langsung hilang dari perangkat. Hal ini menjadi perhatian setelah seorang pengguna Google Pixel mengklaim menemukan ratusan ribu file pratinjau gambar yang masih tersimpan meski media aslinya telah dihapus.

Pengguna bernama Cooler (@coolerwave) mengungkapkan temuan tersebut melalui unggahan di platform X. Ia mengaku menggunakan Claude Code untuk memeriksa file yang tertinggal di ponsel Google Pixel miliknya setelah perangkat itu dihubungkan ke MacBook.

Dari pemeriksaan tersebut, Claude Code dilaporkan menemukan sebanyak 214.856 file di folder tersembunyi bernama DCIM/.thumbnails. Folder tersebut berisi salinan pratinjau atau thumbnail foto dan video yang tersimpan di perangkat.

Cooler menyebut sebagian besar file yang ditemukan merupakan gambar terkompresi. Namun, beberapa di antaranya diklaim memiliki ukuran yang hampir sama dengan file aslinya.

Temuan itu semakin menjadi perhatian karena Cooler mengklaim file tersebut mencakup gambar paspor, tangkapan layar rekening bank, foto pribadi, hingga frasa pemulihan dompet kripto atau cryptocurrency seed phrase.

Cyber Security News melaporkan, banyak file tersebut sudah tidak terlihat di folder sampah galeri maupun MediaStore, yaitu indeks media yang digunakan Android. 

Apakah Foto yang Dihapus Bisa Dipulihkan?

Meski jumlah file yang ditemukan mencapai ratusan ribu, temuan tersebut belum membuktikan bahwa seluruhnya merupakan foto dan video asli yang sebelumnya dihapus pengguna.

Ada perbedaan antara file media asli, thumbnail, file duplikat, dan data cache. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui berapa banyak gambar unik yang benar-benar tersimpan dan apakah file tersebut masih dapat dibuka dalam kualitas aslinya.

Thumbnail merupakan gambar pratinjau berukuran lebih kecil yang digunakan aplikasi agar dapat menampilkan representasi foto atau video tanpa harus memuat seluruh file media. Dengan demikian, keberadaan thumbnail tidak otomatis berarti foto asli berhasil dipulihkan atau video yang sudah dihapus masih dapat diputar kembali.

Angka 214.856 file yang dilaporkan Cooler juga belum bisa dianggap sebagai jumlah foto dan video terhapus yang berhasil dipulihkan secara terverifikasi. Penghitungan perlu memisahkan gambar unik, pratinjau berulang, file basis data, serta konten cache lainnya.

Seberapa Besar Risiko Akses Aplikasi Android?

Temuan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana aplikasi Android dapat mengakses file yang tersimpan di ponsel. Namun, klaim bahwa setiap aplikasi yang memperoleh izin penyimpanan otomatis dapat membaca seluruh gambar yang telah dihapus perlu dipahami secara hati-hati.

Android menerapkan aturan scoped storage untuk membatasi akses aplikasi terhadap file pengguna. Aturan tersebut wajib diterapkan oleh aplikasi yang menargetkan Android 11 atau versi lebih baru.

Akses aplikasi terhadap file juga dipengaruhi versi Android, izin yang diberikan pengguna, serta lokasi penyimpanan file. Pada Android 14, misalnya, tersedia fitur selected photo access yang memungkinkan pengguna memberikan akses hanya ke foto tertentu tanpa harus membuka seluruh galeri.

Android juga menyediakan izin khusus bernama MANAGE_EXTERNAL_STORAGE yang memberikan akses lebih luas terhadap penyimpanan bersama. Meski demikian, izin tersebut tidak otomatis membuka akses ke direktori terlindungi milik aplikasi lain.

Artinya, izin untuk mengakses foto tertentu berbeda dengan izin untuk mengakses hampir seluruh file dalam penyimpanan bersama.

Cara Mengurangi Risiko Kebocoran Data

Terlepas dari temuan tersebut, pengguna tetap perlu memperhatikan izin yang diberikan kepada aplikasi. Akses penyimpanan yang terlalu luas dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data, terutama jika aplikasi tidak memiliki perlindungan memadai.

Cyber Security News sebelumnya juga melaporkan keberadaan spyware Android yang menyamar sebagai aplikasi WhatsApp dan Google Photos. Aplikasi tersebut memanfaatkan izin yang diberikan pengguna untuk melakukan pengawasan dan mencuri data.

Untuk mengurangi risiko, pengguna dapat memeriksa daftar izin akses foto dan penyimpanan pada setiap aplikasi. Cabut izin yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi atau tidak lagi diperlukan.

Pengguna juga sebaiknya memanfaatkan fitur berbagi foto tertentu apabila tersedia. Dengan cara ini, aplikasi hanya memperoleh akses ke gambar yang dipilih tanpa harus membuka seluruh koleksi foto di ponsel.

Temuan Cooler menjadi pengingat bahwa menghapus media dari galeri tidak selalu berarti semua salinan atau jejak terkait file tersebut langsung lenyap dari perangkat. Namun, sejauh mana data itu masih bisa diakses dan dipulihkan tetap membutuhkan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online