Toyota Siapkan 400.000 Robot untuk Pabrik Mulai 2028

Jumali
Jumali Kamis, 24 September 2026 19:47 WIB
Toyota Siapkan 400.000 Robot untuk Pabrik Mulai 2028

Pabrik mobil - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Toyota berencana memperluas penggunaan robot di jaringan fasilitas produksinya dengan kebutuhan yang diperkirakan mencapai 400.000 unit. Program modernisasi tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028, dengan investasi sekitar US$6,42 miliar atau setara Rp114 triliun per tahun.

Mengutip laporan Nikkei Asia yang dikutip Reuters, rencana itu mencakup penggunaan robot di pabrik Toyota maupun fasilitas perusahaan dalam grupnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 150.000 robot direncanakan untuk pabrik Toyota, sedangkan 250.000 unit lainnya untuk fasilitas perusahaan grup yang memproduksi komponen dan material.

Meski jumlahnya besar, angka tersebut tidak berarti Toyota akan memasukkan 400.000 robot humanoid ke lini produksi. Kebutuhan itu mencakup robot industri konvensional, robot jenis baru, serta penggantian peralatan yang sudah digunakan.

Toyota Kembangkan Robot Humanoid ELEY

Salah satu teknologi yang dikembangkan Toyota adalah robot humanoid bernama ELEY. Robot ini memiliki dua tangan untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan ketelitian, tetapi bergerak menggunakan roda, bukan berjalan dengan dua kaki.

Toyota mulai melatih ELEY untuk melakukan pekerjaan di lini produksi. Dalam prosesnya, pekerja membantu robot mempelajari gerakan tangan dengan memperagakan tugas menggunakan alat bantu yang dirancang menyerupai jari robot.

ELEY dikembangkan untuk mempelajari keterampilan dari demonstrasi manusia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu robot menjalankan berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan keterampilan pekerja.

Toyota Sebut Robot dan Manusia Akan Bekerja Berdampingan

Rencana otomatisasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan robot menggantikan pekerja. Namun, Toyota menyatakan tujuannya bukan menggantikan manusia, melainkan membangun lingkungan produksi tempat pekerja dan robot dapat berkolaborasi.

Executive Vice President Toyota, Hiroki Nakajima, mengatakan perusahaan ingin menciptakan kondisi agar robot dan manusia bisa bekerja berdampingan.

Toyota memiliki sekitar 18.000 pekerja berpengalaman yang tersebar di 60 pabrik di berbagai negara, termasuk 11 pabrik di Amerika Serikat. Pengalaman para pekerja tersebut menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan mengembangkan teknologi produksi.

Robot Industri Sudah Lama Digunakan di Pabrik Mobil

Penggunaan robot bukan hal baru bagi industri otomotif. Selama bertahun-tahun, produsen mobil telah mengandalkan robot industri untuk mengerjakan berbagai aktivitas, seperti pengelasan, perakitan, dan pemindahan komponen.

Robot humanoid menawarkan pendekatan yang berbeda karena dirancang agar lebih fleksibel ketika melakukan tugas di lingkungan yang sebelumnya disiapkan untuk manusia. Meski demikian, penerapannya masih berkembang dan tidak semua pekerjaan dapat langsung dialihkan kepada robot.

Toyota bukan satu-satunya produsen otomotif yang mengembangkan teknologi tersebut. Hyundai, misalnya, berencana menggunakan robot humanoid Atlas di fasilitas Hyundai dan Kia. Sejumlah produsen mobil China, termasuk Xpeng dan Nio, juga tengah mengembangkan teknologi serupa.

Dengan rencana modernisasi tersebut, Toyota berupaya memperluas otomatisasi di jaringan produksinya. Perusahaan menyatakan pendekatan yang dituju adalah kolaborasi manusia dan robot, sementara skala serta penerapan teknologi akan mengikuti kebutuhan pembaruan fasilitas produksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online