Dubai Access Club Tawarkan Visa 5 Tahun dan Kredit Rp9,8 Juta untuk Turis
Dubai Access Club menawarkan visa kunjungan lima tahun, kartu SIM gratis, dan kredit Rp9,8 juta. Simak biaya serta syarat pendaftarannya.
Ferrari 550 Maranello Milik Michael Jordan/Carscoops
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah Ferrari 550 Maranello keluaran 1997 yang pernah menjadi mobil pribadi legenda basket Michael Jordan terjual seharga 2,7 juta dolar AS atau sekitar Rp48,9 miliar. Nilai lelang tersebut jauh melampaui perkiraan awal yang berada di kisaran 700.000 hingga 1,3 juta dolar AS.
Harga fantastis itu tidak lepas dari sejarah kepemilikan mobil, kondisi kendaraan, serta jarak tempuh yang relatif rendah. Ferrari tersebut pernah digunakan Jordan ketika masih menjadi bintang Chicago Bulls dan memiliki sejumlah penyesuaian khusus sesuai kebutuhan sang pebasket.
Carscoops melaporkan, mobil itu pertama kali dipesan langsung oleh Jordan melalui dealer Foreign Cars Italia di Greensboro, North Carolina, Amerika Serikat.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan terdapat pada kursi pengemudi. Ferrari tersebut menggunakan bantalan jok lebih tipis dan rel baru agar posisi duduknya sesuai dengan kebutuhan Jordan.
Jordan diketahui menggunakan Ferrari 550 Maranello tersebut selama sekitar lima tahun. Periode kepemilikannya juga mencakup tahun 1998, ketika Chicago Bulls meraih gelar juara NBA.
Selama berada di tangan Jordan, mobil itu menempuh jarak sekitar 6.400 mil atau 10.299 kilometer.
Pada 2002, Jordan menjual Ferrari tersebut melalui Lake Forest Sportscars di Illinois. Setelah berpindah tangan, keberadaannya jarang diketahui publik karena disimpan dalam koleksi pribadi di California selama sekitar 25 tahun.
Mobil itu kemudian ditemukan kembali oleh We Are Curated, dealer kendaraan eksklusif yang berbasis di Miami. Dealer tersebut melacak keberadaan Ferrari melalui nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN), kemudian berhasil meyakinkan pemiliknya untuk menjual mobil tersebut.
Ferrari itu selanjutnya dibawa kembali ke Chicago sebelum dilelang melalui Joopiter pada Oktober 2026.
Ketika ditawarkan ke pasar pada 1 Oktober, odometer Ferrari 550 Maranello tersebut menunjukkan angka 18.501 mil atau sekitar 29.774 kilometer.
Artinya, setelah dijual Jordan pada 2002, mobil itu hanya menempuh tambahan jarak sekitar 12.101 mil. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi kolektor yang mencari kendaraan klasik dengan jarak tempuh relatif rendah.
Kondisi fisik Ferrari juga disebut masih terawat. Eksteriornya menggunakan warna Rosso Corsa khas Ferrari yang tetap terlihat mengilap, dipadukan dengan velg lima palang berlapis krom.
Bagian kabin pun masih terjaga. Lapisan kulit berwarna krem pada jok, panel pintu, terowongan transmisi, hingga bagian bawah dasbor terlihat mulus.
Nilai penjualan sebesar 2,7 juta dolar AS membuat Ferrari 550 Maranello bekas Michael Jordan memiliki harga jauh di atas unit sejenis pada umumnya.
Sebagai perbandingan, Ferrari 550 Maranello dengan jarak tempuh tinggi di pasar Eropa dan Amerika Serikat umumnya ditawarkan dengan harga sedikit di atas 100.000 euro atau kurang dari 150.000 dolar AS.
Sementara itu, unit dengan jarak tempuh rendah memiliki nilai lebih tinggi. Sejumlah Ferrari 550 Maranello bahkan dilaporkan telah terjual lebih dari 500.000 dolar AS sepanjang tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dubai Access Club menawarkan visa kunjungan lima tahun, kartu SIM gratis, dan kredit Rp9,8 juta. Simak biaya serta syarat pendaftarannya.
Satpol PP Bantul bersama Bea Cukai dan Kejari menemukan 4.972 batang rokok tanpa pita cukai di Pandak dan Bambanglipuro.
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.