3,24 Miliar Orang Gunakan AI, ChatGPT Masih Terpopuler

Jumali
Jumali Rabu, 04 November 2026 08:47 WIB
3,24 Miliar Orang Gunakan AI, ChatGPT Masih Terpopuler

Logo Chatgpt/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah pengguna aktif berbagai platform generative AI (GenAI) di seluruh dunia tercatat mencapai 3,24 miliar orang pada Oktober 2026.

Angka tersebut setara dengan 38,9% dari total populasi dunia. Dengan kata lain, lebih dari satu dari tiga penduduk Bumi kini telah memanfaatkan layanan AI generatif.

Pertumbuhan pengguna teknologi ini juga terbilang pesat. Berdasarkan laporan Digital 2027 Global Overview Report yang dirilis We Are Social bersama Meltwater, jumlah pengguna aktif platform GenAI bertambah lebih dari 1,2 miliar orang dalam setahun.

Dibandingkan Oktober 2025, angka pengguna tersebut meningkat 57,2%. Pertumbuhan ini memperlihatkan semakin luasnya adopsi AI generatif di tengah masyarakat global.

We Are Social menjelaskan bahwa perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah pengguna yang mengakses setidaknya satu dari platform Large Language Model (LLM) teratas selama Oktober 2026.

Meski demikian, angka 3,24 miliar tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah individu unik. Satu orang bisa tercatat menggunakan beberapa akun dalam satu platform, misalnya akun pribadi dan akun pekerjaan. Pengguna juga bisa mengakses lebih dari satu layanan AI.

ChatGPT Masih Menjadi Platform AI Terpopuler

Di tengah bertambahnya pilihan layanan AI generatif, ChatGPT masih mempertahankan posisi sebagai platform yang paling banyak digunakan di dunia.

Platform tersebut berada di atas sejumlah pesaing, seperti Gemini, Copilot, Claude, DeepSeek, Grok, Meta AI, dan Dola.

Namun, pemeringkatan penggunaan aplikasi mobile dan layanan web menggunakan basis pengukuran yang berbeda. Karena itu, angka pengguna dari kedua kanal tersebut tidak bisa langsung dijumlahkan.

Pasalnya, pengguna yang sama berpotensi mengakses layanan AI melalui aplikasi maupun peramban atau browser. Penjumlahan tanpa memperhitungkan kemungkinan tersebut dapat menghasilkan penghitungan ganda.

Mencari Informasi Jadi Alasan Utama Menggunakan AI

Lantas, apa yang mendorong masyarakat menggunakan AI generatif? Survei GWI yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa mencari informasi menjadi alasan paling banyak disebut oleh pengguna.

Sebanyak 60,4% pengguna AI mengaku memanfaatkan teknologi tersebut untuk menemukan informasi. Aktivitas ini menempati posisi teratas dibandingkan alasan penggunaan lainnya.

Berikutnya, 40,6% pengguna memanfaatkan AI untuk mendapatkan saran atau solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Sementara itu, 38,4% menggunakan teknologi tersebut untuk belajar atau meningkatkan keterampilan.

AI juga semakin dimanfaatkan untuk kebutuhan hiburan. Lebih dari seperempat pengguna menyebut hiburan sebagai salah satu alasan mereka menggunakan layanan tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI generatif semakin beragam. Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk menunjang pekerjaan atau menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu masyarakat mencari informasi, mempelajari keterampilan baru, menemukan solusi, hingga menikmati hiburan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online