Advertisement

Starlink Masuk Indonesia, Ini yang Dikhawatirkan APJII

Rika Anggraeni
Jum'at, 10 Mei 2024 - 22:37 WIB
Arief Junianto
Starlink Masuk Indonesia, Ini yang Dikhawatirkan APJII Jaringan Internet 5G - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengkhawatirkan masuknya satelit Starlink ke Indonesia justru akan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab jika pengawasan tidak dilakukan secara tepat. Salah satunya adalah dipakai untuk koneksi bandar judi.

Di sisi lain, APJII juga meyakini bahwa teknologi starlink mampu mendongkrak kecepatan Internet Indonesia menjadi lebih baik di mata global. 

Advertisement

Laporan Speedtest terbaru menungkapkan kecepatan rata-rata unduh (download) Indonesia hanya sebesar 25,83 Mbps dan unggah (upload) 12,54 Mbps, serta latensi 26 milidetik (ms). Indonesia berada di posisi ke-103, turun dari sebelumnya posisi ke-97.

Sementara itu, kecepatan rata-rata Internet fixed broadband Indonesia berada di urutan ke-128, turun dari peringkat ke-126 pada akhir 2023. Kecepatan unduh dan unggah masing-masing sebesar 29,37 Mbps dan 18,04 Mbps dengan latensi 7 ms. 

Sekretaris Umum APJII, Zulfadly Syam mengatakan bahwa Starlink hanya menjadi solusi infrastruktur di wilayah rural area Indonesia. “Sebagai solusi rural, Starlink secara teknologi sangat mendukung kecepatan Internet Indonesia. Jadi pasti akan ada perkembangan baik di daerah rural,” kata Zulfadly, Jumat (10/5/2024). 

Zulfadly mengatakan, jika Starlink digunakan di daerah urban yang memiliki ketersediaan fiber optic yang lebih cepat, maka satelit ini bukan solusi komprehensif untuk meningkatkan kecepatan Internet Indonesia.

Untuk di daerah urban, lanjut dia, Starlink akan dimanfaatkan reseller sebagai koneksi backup.

Harga layanan Starlink sendiri dipatok mulai dari Rp750.000 per bulan, terbilang mahal jika dibandingkan dengan paket Internet lokal yang beredar di Indonesia.

BACA JUGA: Starlink Elon Musk Akan Resmi Diluncurkan di Indonesia 2 Pekan Lagi

Pengguna juga masih harus merogoh kocek untuk membeli perangkat keras sebelum menikmati layanan Internet Starlink mulai dari Rp7,8 juta.

Namun, Zulfadly juga mengingatkan pemerintah bahwa Starlink harus diawasi dengan ketat agar tidak disalahgunakan. Ada kekhawatiran layanan Internet cepat itu digunakan untuk komunikasi bandar judi di pedalaman. 

“Bisa jadi kalau pengawasannya tidak bisa dilakukan pemerintah, koneksi Starlink ini akan mudah dipergunakan secara khusus oleh bahkan bandar narkoba dan bandar judi karena bisa diakses secara mudah,” ujarnya.

Untuk itu, Zulfadly menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tugas mengatur agar kehadiran Starlink tidak dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan seperti trafficking, peredaran narkoba, bandar judi, fraud, maupun kejahatan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Deretan Artis Ini Dikabarkan Ikut Maju Pilkada 2024, Ada Raffi Ahmad dan Krisdayanti

News
| Senin, 27 Mei 2024, 16:27 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement