Advertisement

AI di Kantor Tak Lagi Soal Chatbot, Asisten Menulis Jadi Andalan

Jumali
Jum'at, 02 Januari 2026 - 19:37 WIB
Jumali
AI di Kantor Tak Lagi Soal Chatbot, Asisten Menulis Jadi Andalan Ilustrasi Artificial Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang 2025, perusahaan global lebih mengandalkan AI untuk menulis email dan laporan ketimbang chatbot percakapan serbaguna.

Laporan terbaru dari Palo Alto Networks berjudul "The State of Generative AI in 2025" mengungkap fakta mengejutkan, bahwa di tengah popularitas model bahasa besar (LLM) yang canggih, alat bantu penulisan praktis justru menjadi primadona di dunia kerja.

Advertisement

Data transaksi korporat menunjukkan realitas yang berbeda dari narasi publik selama ini. Grammarly, asisten penulisan berbasis AI, sukses mendominasi pasar dengan menguasai 39,59 persen dari total transaksi aplikasi GenAI di seluruh dunia. Angka ini melampaui jauh capaian Microsoft 365 Copilot (13,52 persen) dan ChatGPT (8,24 persen) yang hanya menempati posisi keempat.

Dominasi ini menegaskan tren krusial bahwa bagi para profesional, kebutuhan akan utilitas praktis jauh lebih mendesak dibandingkan kemampuan percakapan umum AI. Aktivitas seperti menyusun email, laporan bisnis, dan presentasi yang efektif menjadi prioritas utama.

Kategori Writing Assistant kini menjadi kasus penggunaan terbesar dengan menyumbang 34 persen dari total penggunaan GenAI di perusahaan. Hal ini menandai transisi AI dari sekadar teknologi eksperimental menjadi utilitas produktivitas esensial yang terintegrasi dalam alur kerja harian.

Lonjakan Trafik dan Efek "DeepSeek"

Tahun 2024 hingga awal 2025 tercatat sebagai periode ledakan adopsi, di mana lalu lintas GenAI secara keseluruhan melonjak hingga 890 persen. Pertumbuhan eksplosif ini didorong oleh kematangan model AI yang memberikan manfaat ekonomi nyata. Beberapa organisasi bahkan melaporkan peningkatan produktivitas hingga 40 persen.

Pasar GenAI juga terbukti sangat dinamis dan responsif terhadap inovasi baru. Sebagai contoh, peluncuran DeepSeek-R1 pada Januari 2025 memicu volatilitas pasar. Hanya dalam waktu dua bulan, lalu lintas ke platform tersebut melonjak hingga 1.800 persen. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya perusahaan bereksperimen dengan alat baru yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi.

Pergeseran ini menandai era di mana AI telah menjadi pengganda kekuatan (force multiplier) bisnis, mulai dari notulensi rapat otomatis hingga agen penjualan otonom. Namun, kecepatan adopsi yang luar biasa ini membawa tantangan keamanan siber yang serius.

Laporan Palo Alto Networks menyoroti bahwa rata-rata satu organisasi kini menggunakan sekitar 66 aplikasi GenAI yang berbeda. Banyak di antaranya digunakan tanpa pengawasan ketat dari departemen IT (shadow AI), yang secara signifikan meningkatkan risiko kebocoran data dan ancaman siber di lingkungan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Blok Asia Selatan Tanpa India Dinilai Tak Realistis

Blok Asia Selatan Tanpa India Dinilai Tak Realistis

News
| Jum'at, 02 Januari 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Wisata
| Jum'at, 02 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement