Advertisement

Pabrik Baterai Cair-Padat Hylic Beroperasi, Nikel RI Terancam?

Jumali
Selasa, 13 Januari 2026 - 18:57 WIB
Jumali
Pabrik Baterai Cair-Padat Hylic Beroperasi, Nikel RI Terancam? Hylic

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa teknologi baterai asal China, Hylic resmi mulai produksi massal baterai cair-padat. Teknologi ini bisa menurunkan ketergantungan global pada nikel dan menantang strategi hilirisasi Indonesia.

Pabrik dengan nilai investasi jumbo sebesar 5 miliar yuan tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 10 GWh. Langkah Hylic ini dipandang sebagai transisi krusial dari fase riset menuju skala industri yang kompetitif.

Advertisement

Mengutip laporan Carnews China, keberhasilan Hylic memicu pergeseran tren produsen baterai global. Industri kini mulai meninggalkan baterai lithium-ion konvensional berbasis nikel, seperti tipe NMC (Nikel-Mangan-Kobalt) dan NCA (Nikel-Kobalt-Aluminium).

Teknologi baterai generasi baru, termasuk solid-state dan sodium-ion, menawarkan keunggulan berupa:

- Biaya produksi yang lebih rendah.

- Tingkat keamanan yang lebih tinggi.

- Pengurangan ketergantungan pada bahan baku strategis tertentu.

Perkembangan teknologi ini membawa alarm bagi strategi industrialisasi Indonesia yang menjadikan nikel sebagai tulang punggung ekonomi. Selama ini, nikel merupakan komponen utama dalam baterai NMC dan NCA dengan kandungan mencapai 80–85 persen, atau sekitar 60–80 kilogram per kendaraan.

Munculnya baterai cair-padat memungkinkan desain baterai dengan kandungan nikel yang sangat rendah, bahkan nihil. Kondisi ini diprediksi akan menekan permintaan nikel di pasar internasional secara bertahap.

Berdasarkan data konservatif dari BloombergNEF, transisi teknologi baterai global ini berpotensi menurunkan intensitas penggunaan nikel hingga 30 persen pada 2040.

Fenomena ini menuntut Indonesia untuk lebih adaptif dalam memetakan strategi hilirisasi agar tetap relevan di tengah inovasi baterai yang terus bergerak menjauhi ketergantungan pada nikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement