Apple Intelligence Mulai Diuji di China, Siri Gandeng AI Qwen

Jumali
Jumali Rabu, 04 November 2026 12:17 WIB
Apple Intelligence Mulai Diuji di China, Siri Gandeng AI Qwen

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, JOGJA—Apple mulai membuka pengujian beta pengembang Apple Intelligence di China pada Rabu (4/11/2026). Dalam pengembangan fitur kecerdasan buatan tersebut, Apple menggandeng Alibaba melalui penggunaan model AI Qwen untuk mendukung sejumlah pengalaman, termasuk sebagian kemampuan Siri.

Rencana tersebut diumumkan Apple melalui newsroom China pada 31 Oktober 2026. Setelah tahap pengujian untuk pengembang, perusahaan berencana menghadirkan Apple Intelligence kepada pengguna umum di China bersamaan dengan pembaruan iOS 27.3 pada Desember 2026.

Jadwal bertahap itu juga diberitakan Xinhua dan Global Times dengan mengacu pada pengumuman Apple dan Alibaba.

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, pengumuman ini perlu dipahami sebagai rencana peluncuran untuk pasar China. Pembukaan beta pada 4 November tidak berarti seluruh fitur Apple Intelligence yang sama otomatis tersedia bagi perangkat dan akun di Indonesia.

Qwen Dukung Sebagian Fitur Siri dan Writing Tools

Apple menyatakan model generatif buatannya tetap menjadi bagian utama dari sistem Apple Intelligence. Sementara itu, Qwen dari Alibaba digunakan untuk mendukung sejumlah pengalaman kecerdasan buatan tertentu, bukan menggantikan seluruh teknologi AI yang dikembangkan Apple.

Integrasi tersebut mencakup permintaan tertentu melalui Siri, Writing Tools, dan Visual Intelligence.

Dikutip dari Xinhua, kemampuan Qwen dalam integrasi ini meliputi pemahaman teks dan gambar serta pembuatan konten. Artinya, pengguna dapat memanfaatkan AI untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari memahami informasi visual hingga membantu menyusun tulisan.

Global Times juga menyebut akses Qwen dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan terkait foto dan dokumen. Kemampuan ini berpotensi membantu pengguna ketika ingin memahami isi berkas atau memperoleh informasi dari materi visual.

Meski demikian, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa sebelum digunakan. Pengguna sebaiknya memastikan kembali nama, angka, dan maksud kalimat, terutama ketika memindahkan hasil bantuan AI ke dokumen pekerjaan atau pesan penting.

Pengujian Beta Berbeda dengan Rilis untuk Pengguna Umum

Ada dua tahap peluncuran Apple Intelligence yang perlu diperhatikan di China. Tahap pertama adalah beta pengembang yang dijadwalkan mulai 4 November 2026. Berikutnya, Apple merencanakan peluncuran untuk pengguna umum bersamaan dengan iOS 27.3 pada Desember 2026.

Dengan demikian, pembukaan beta bukan berarti seluruh pengguna langsung mendapatkan fitur tersebut pada tanggal yang sama. Pengujian pengembang dan distribusi pembaruan untuk masyarakat umum merupakan tahapan berbeda.

Laporan Xinhua dan Global Times juga menjelaskan bahwa akses fitur berkaitan dengan ketentuan perangkat dan wilayah China. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan persyaratan perangkat sekaligus wilayah akun, bukan hanya mengandalkan daftar model iPhone yang kompatibel.

Hingga informasi dalam pengumuman tersebut, belum ada kepastian mengenai jam pembukaan beta jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB).

Bagi pengguna di Indonesia, ketersediaan fitur sebaiknya diperiksa melalui informasi resmi Apple sesuai wilayah perangkat dan akun. Mengubah pengaturan wilayah tidak dapat dianggap sebagai cara yang pasti untuk memperoleh seluruh fitur Apple Intelligence.

Pengguna Perlu Memperhatikan Pengaturan Privasi

Integrasi Qwen juga berkaitan dengan pilihan pengguna dalam berbagi informasi. Menurut laporan Xinhua dan Global Times, pengguna dapat menentukan apakah ingin mengaktifkan integrasi tersebut serta informasi yang dibagikan.

Alibaba menyatakan permintaan pengguna dan jawaban yang dihasilkan tidak digunakan untuk melatih model AI. Namun, pernyataan tersebut merupakan kebijakan yang disampaikan perusahaan.

Sebelum menggunakan fitur, pengguna sebaiknya membaca pilihan persetujuan dan pengaturan privasi yang ditampilkan. Perhatikan pula jenis foto atau dokumen yang akan digunakan, terutama jika memuat informasi pribadi maupun data pekerjaan yang bersifat rahasia.

Pengguna juga perlu membedakan kebijakan privasi yang berlaku pada layanan Apple dan layanan AI mitra. Memahami informasi tersebut membantu pengguna menentukan data apa yang bersedia dibagikan ketika memanfaatkan fitur kecerdasan buatan.

Untuk sementara, kepastian utama dari pengumuman Apple adalah jadwal pengujian dan rencana peluncuran bertahap untuk pasar China. Pengguna iPhone di Indonesia sebaiknya menunggu informasi resmi mengenai ketersediaan fitur di wilayahnya sebelum mengharapkan seluruh kemampuan tersebut dapat digunakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online