27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Elon Musk - Royal Society/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Elon Musk memprediksi kemajuan AI dan robotika akan menjadikan bekerja bukan lagi kewajiban, melainkan pilihan dalam dua dekade mendatang.
Prediksi ini disampaikan Musk dalam sebuah diskusi panel mengenai dampak jangka panjang AI terhadap tenaga kerja di forum investasi Amerika Serikat (AS)-Saudi pekan lalu.
“Saya tidak tahu apa itu jangka panjang, mungkin 10, 20 tahun atau semacamnya,” ujar Musk, sebagaimana dilansir RT.
“Prediksi saya adalah pekerjaan akan menjadi pilihan.”
Musk menggambarkan bahwa pekerjaan di masa depan tidak akan lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan lebih menyerupai hobi. Ia menganalogikannya dengan kegiatan menanam sayuran di halaman rumah yang dilakukan atas dasar pilihan, bukan keharusan untuk memenuhi kebutuhan.
“Ini akan seperti bermain olahraga atau bermain gim video atau semacamnya,” tambahnya.
Pendiri Tesla dan SpaceX ini bahkan berpendapat bahwa di era yang didominasi oleh AI dan robotika canggih, nilai uang dapat memudar. “Saya pikir pada suatu titik, mata uang akan menjadi tidak relevan,” katanya.
Optimisme Musk ini sebagian besar didasarkan pada pengembangan robot humanoid Optimus oleh Tesla. Robot bipedal ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas fisik, repetitif, dan berpotensi berbahaya.
Musk mengklaim bahwa Optimus pada akhirnya akan bekerja di berbagai tempat, mulai dari pabrik dan gudang hingga rumah tangga. Ia bahkan meyakini bahwa robot humanoid dapat menjadi “industri atau produk terbesar yang pernah ada, lebih besar dari ponsel.”
Meskipun optimisme Musk tinggi, sebagian pihak skeptis menilai jangka waktu 10 hingga 20 tahun terlalu ambisius. Mereka merujuk pada beberapa prediksi Musk sebelumnya yang belum terealisasi, seperti taksi robot pada 2019 atau misi berawak ke Mars pada 2024.
Para ahli robotika juga menyoroti bahwa menciptakan humanoid serbaguna yang mampu berkinerja aman dan andal di dunia nyata masih jauh lebih rumit dan mahal dibandingkan mengembangkan robot yang didesain untuk tujuan khusus.
Klaim Musk ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai bagaimana AI dan otomatisasi akan mengubah lapangan kerja dan struktur perekonomian, di mana sejumlah perusahaan raksasa telah menghilangkan puluhan ribu pekerjaan seiring meningkatnya penggunaan robot dan AI.
Musk mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum teknologi dan masyarakat benar-benar mencapai masa depan yang ia prediksikan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.