Advertisement

Terendah Sejak 1996, Penjualan Mobil Jatuh Dampak Krisis Eropa

Kahfi
Minggu, 17 Juli 2022 - 01:37 WIB
Sirojul Khafid
Terendah Sejak 1996, Penjualan Mobil Jatuh Dampak Krisis Eropa Ilustrasi produk otomotif yang meramaikan pasar Eropa - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Inflasi telah mengikis permintaan konsumen Eropa, termasuk terhadap produk otomotif. Seiring dengan hal itu, gangguan rantai pasok pun menghantam roda produksi mobil secara global.

Dikutip dari Fortune.com, penjualan otomotif di daratan Eropa melorot tajam. Bahkan, mengacu kinerja selama ini, realisasi penjualan mobil baru di Eropa dinilai telah berada pada titik nadir selama dua dekade belakangan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Penjualan mobil penumpang di Uni Eropa bulan lalu turun 15,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) mengatakan total penjualan hanya sekitar 900.000 unit mobil, rekor penjualan Juni terburuk sejak 1996.

Penurunan terjadi di hampir seluruh pasar utama, seperti Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol. Di “Negeri Kanselir” Jerman, penurunan itu sebesar 18,1 persen secara year on year. Kelesuan penjualan pada Juni ini melanjutkan tren tersungkurnya pasar otomotif selama setahun ini, terjadi kontraksi sebesar 14 persen.

BACA JUGA: Harga Mulai Rp970 Juta, Mercy Luncurkan The All New Mercedes-Benz C-Class

Untuk produsen mobil AS, mengalami penurunan 15,5 persen di pasar Eropa.  Sedangkan, beberapa pembuat mobil melaporkan penurunan penjualan hampir 50 persen.

Hingga kini, beberapa masalah membayangi pasar otomotif Eropa. Terdapat inflasi yang merangkak naik, kemacetan rantai pasokan, peningkatan infeksi virus corona di beberapa negara, dan kekurangan chip yang berkelanjutan.

Masalah rantai pasokan terutama bertanggung jawab atas penurunan penjualan, kata ACEA dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. Kekurangan chip semikonduktor global selama lebih dari setahun telah memukul pembuat mobil di seluruh dunia.

Pemasok Asia Timur yang merupakan produsen cip, mengalami kemandekan seiring  karantina terkait pandemi dan kekurangan staf.  Tahun lalu, direktur jenderal ACEA Eric-Mark Huitema membuat seruan publik kepada pejabat Uni Eropa untuk meningkatkan manufaktur chip domestik dan mengurangi ketergantungan Eropa pada pemasok asing, tetapi beberapa kekurangan pasokan kemungkinan akan berlangsung selama beberapa waktu.

BACA JUGA: Sediakan dan Sewakan Motor Listrik, Ini Suka Duka Driver Grab Pengguna Viar Q1

Di sisi lain, terdapat Perang Ukraina yang  telah memotong pasokan komponen penting lainnya untuk pembuat mobil. Produksi wire harness—komponen listrik yang mengalir melalui kendaraan dan menyampaikan informasi serta daya—telah dilumpuhkan oleh perang di Ukraina, yang menyumbang 7% dari semua ekspor wire harness ke UE.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement