Advertisement
Project Silica Microsoft Simpan Data 10.000 Tahun Pakai Kaca
Gedung Kantor Pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat. / Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa teknologi Microsoft mengumumkan terobosan baru dalam penyimpanan digital melalui Project Silica yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 18 Februari 2026. Inovasi ini memungkinkan data disimpan dalam media kaca borosilikat dengan klaim ketahanan hingga 10.000 tahun tanpa membutuhkan pasokan listrik.
Teknologi Penyimpanan Data Project Silica ini memungkinkan satu keping kaca berukuran 12 x 12 cm dengan ketebalan 2 mm menyimpan data hingga 4,8 TB. Kapasitas tersebut setara dengan sekitar 2 juta buku atau 5.000 film berkualitas UHD, menjadikannya solusi potensial untuk kebutuhan cold storage skala besar di masa depan.
Advertisement
Berbeda dengan hard disk (HDD) atau pita magnetik (tape) yang memerlukan migrasi data berkala, kaca borosilikat mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga 290°C, tahan air mendidih, goresan, serta gangguan elektromagnetik. Artinya, data dapat tersimpan permanen tanpa degradasi signifikan akibat faktor lingkungan.
Secara teknis, proses penulisan data dilakukan menggunakan laser femtosecond yang membentuk pola voxel 3D di dalam kaca hanya dengan satu pulsa. Untuk membaca data, sistem menggunakan mikroskop polarisasi yang kemudian diproses dan diterjemahkan oleh kecerdasan buatan berbasis Azure AI sehingga decoding berlangsung cepat dan presisi.
BACA JUGA
Keunggulan lain terletak pada materialnya. Kaca borosilikat relatif murah dan umum digunakan pada peralatan dapur, sehingga lebih ekonomis dibandingkan fused silica yang mahal. Pendekatan ini dinilai mendukung konsep penyimpanan berkelanjutan karena berpotensi mengurangi konsumsi energi pusat data secara drastis.
Sejumlah analis menilai Project Silica memiliki dasar ilmiah lebih kuat dibanding teknologi serupa yang masih bersifat konseptual. Keberhasilan tahap proof-of-concept ini dianggap sebagai solusi konkret atas ledakan data global sekaligus sarana mengarsipkan warisan budaya digital manusia dalam jangka sangat panjang.
Jika diimplementasikan secara luas, pusat data masa depan diprediksi tidak lagi dipenuhi rak HDD konvensional, melainkan sistem robotik yang mengelola kepingan kaca terintegrasi langsung dengan ekosistem Azure. Inovasi ini membuka babak baru dalam stabilitas penyimpanan data jangka panjang di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Disdikpora Bantul Usulkan Revitalisasi SD dan SMP ke Pemerintah Pusat
- Efektivitas Program MBG Ramadan Jadi Sorotan Akademisi
- Pemkab Bantul Jamin Biaya Perawatan Korban Bencana Angin Kencang
- Menhub dan Pemda DIY Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026
- Guru SLB di Jogja Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Murid
Advertisement
Advertisement







